Monday, 22 August 2016

STORY OF YOONA

LATAR BELAKANG                                                                                                                                      

            Sebenarnya cerita ini gak sengaja tercipta sama pengarangnya, yaaa tanpa sadar cerita ini melintas dipemikiran si pengarang, sebenernya sih masih banyak cerita yang lain dalam pemikirannya, tapi baru ini cerita yang dia tulis, ya dari pada disia-siain dan berlalu begitu saja mendingankan di jadikan suatu karya yang mungkin sedikit bisa menjadi hiburan, didalam cerita ini menceritakan tentang gadis remaja yang meskipun dia cantik dan anak orang berada tapi dia tetap rendah hati kesemua orang, dan selalu membela yang lemah, ya meskipun begitu diakan juga tetap manuasia yang penuh kelemahan, yaa kalau ada yang menyakiti dia atau menyakiti orang terdekatnya dia gak akan diam karena menurutnya itu gak adil, dan kapan orang yang menyakitinya itu akan berubah kalau dia tidak dirubah.
            Dalam cerita ini memang menceritakan kehidupan gadis remaja yang cantik, dan sudah pasti ada cerita romance didalamnya, tapi kalian jangan harap ada banyak scene romancenya ya apa lagi kalian berpikiran ada K**snya gitu, aduhduh nggak banget deh, ya meskipun ada sedikit selentingan yang mengarah kesana tapi itu semua hanyalah untuk panas-panasan saja wkkkkkk biar tambah greget gimanaaa gitu hehehe.
            Oh iya cerita ini hanya untuk menghibur aja ya, bukan dari kisah nyata siapapun, ini terinspirasi dari beberapa film drama Korea, yang bikin banyak hati baper terutama cewek-cewek wkwkwk yang sering berandai andai mereka bisa menjdi salah satu pemain idola mereka didrama tersebut atau mungkin berandai-andai kalo kehidupan mereka bisa seperti apa yang mereka tonton hehehe.
            Tapi kita mesti ingat ya, gak semua hidup orang itu sama apalagi selalu bahagia dan simple, sebagai makhluk yang sempurna kita wwajib mensyukuri nikmat yang sudah Allah berikan ke kita, jangan anggap remeh apa ynag kita punya, tetaplah jadi diri sendiri walau apa yang terjadi oke !!!!!, penasarankan ceritanya kaya gimana, yaa maklum lah kalau masih banyak kata-kata atau bahasa yang gak jelas ataupun salah, ini baru pertama kali saya buat dan ingat ya Cuma buat hiburan... SELAMAT MEMBACA, KAMSHAMIDHA...




                                                            CHAPTER 1
Pagi yang cerah disuatu kota yang begitu indah di Korea Selatan, udaranya begitu sejuk sehingga membuat setiap orang merasa nyaman ditempat tidurnya sambil memejamkan matanya yang masih mengantuk. Hal ini dirasakan pula oleh Yoona yang terbawa oleh rayuan kesejukan dinegara Korea tersebut. Yoona adalah seorang gadis yang kaya keturunan Indonesia Korea, ayahnya berkearganegaraan Korea Selatan sedangkan ibunya keturunan Indonesia, dia bermigrasi ke Korea Selatan karena orang tuanya telah memutuskan untuk menetap di Korea untuk melanjutkan bisnis besar mereka disana.
Yoona dulu kuliah di salah satu Universitas ternama di Jakarta, dia terbilang anak yang cerdas karena sering mendapatkan berbagai macam penghargaan ditempat kuliahnya, namun karena orang tuanya mengajaknya untuk pindah keKorea, dia tidak punya pilihan lain selain menuruti kemauan kedua orang tuanya, hal ini membuat Yoona  harus kursus bahasa Korea untuk beradaptasi dinegeri barunya tersebut.
Sudah seminggu Yoona tinggal di perumahan yang sangat Elit di kota Seol, namun Yoona merasa sangat bosan, karena dia masih belum mendapatkan teman disana, yang ia temui setiap hari hanyalah para pelayan yang bertugas dirumahnya, pelayan dirumah Yoona, terbilang cukup banyak, karena rumah yang dia diami sangatlah besar sehingga membutuhkan pelayan yangsangat banyak.
Suatu hari Yoona mendapatkan kabar dari salah satu manager ayahnya, bahwa ia telah diterima disekolah yang sangat Elit dan mewah di kota Seol tersebut,hal ini membuat Yoona sangat senang,  karena akhirnya dia bisa melanjutkan bersekolah lagi dan bisa menemukan banyak teman. walaupun Yoona anak pengusaha yang sangat kaya raya, namun dia adalah gadis yang berpenampilan sederhana dan tidak menyukai kesombongan.
Kring.......kring...........kring..........,suara alarm Yoona berdering amat keras, dan menandakan Yoona harus segera bangun untuk berangkat kesekolah barunya, namun mata Yoona merasa sangat amat berat, karena dia masih merasa mengantuk akibat harus berlatih dengan guru les bahasa Koreanya untuk memperkenalkan diri dalam bahasa Korea, sampai larut malam dirumahnya, Yoona memang anak yang cerdas namun dia memang tidak terlalu mahir dalam berlatih bahasa asing apalagi bahasa Korea yang baru pertama kali ditemuinya, selain bahasa inggris yang sering diucapkannya, dan hal ini sangat membuatnya kesulitan.
“Nyonya”
terdengar suara didepan kamar sambil mengetuk pintu. Itu adalah suara bibi Rose, dia adalah salah satu pelayan setia keluarga Yoona, dialah yang merawat Yoona dari kecil saat orang tuanya sibuk memikirkan bisnis mereka. Bibi Rose adalah satu-satunya pelayan dari Indonesia yang diajak kedua orang tua Yoona karena dia memang sudah cukup lama mengenal keluarga Yoona, dia hidup sebatang kara karena suami dan anaknya telah meninggal akibat kecelakaan maut. Pada saat itu dia tidak memiliki apapun, dan kedua orang tua Yoona merasa kasihan dan memanggilnya untuk  menjadi pelayan dirumahnya untuk mengurus Yoona sampai sekarang, dia sudah dianggap sebagai ibu kedua bagi Yoona.
“nyonya ayo bangun ini sudah pagi, nona harus segera berangkat kesekolah” terdengar suara bibi Rose mengajak Yoona untuk segera bangun.
Mendengar itu Yoona tersentak kaget dan melihat jam disamping tempat tidurnya. Ternyata sudah jam 07:30 pagi, Yoona pun langsung mengambil handuk dan bergegas mandi. Mendengar suara air mengalir Bibi Rose merasa lega karena Yoona sudah bangun, diapun langsung pergi kemeja makan untuk membantu para pelayan lain mempersiapkan sarapan untuk Yoona.
Selesai mandi dan berpakaian seragam sekolah barunya, Yoona langsung turun kebawah untuk sarapan. Setelah sampai dimeja makan dia terlihat sangat kecewa karena orang tuanya sudah tidak ada dimeja makan, karena sudah lebih pagi barangkat kerja untuk urusan bisnis. Setiap hari Yoona memang selalu sarapan sendiri ditemani para pelayan yang menjaganya tanpa kedua orang tuanya yang mendampinginya makan dimeja makan. Yoona tidak pernah mengharapkan untuk menjadi anak dari pengusaha yang kaya raya, yang setiap kegiatannya selalu didampingi oleh para Body Guardnya yang berbadan tegap dan hal ini sangat membuatnya teramat risih dan jarang orang yang ingin berteman dengannya karena takut dengan para Body Guardnya tersebut.
Sekolah baru Yoona terbilang cukup dekat dari rumahnnya sehingga Yoona dapat menikmati sarapannya dengan tenang tanpa khawatir terlambat datang kesekolah. Setelah selesai makan Yoona bangun dari kursi makannya dan tersenyum pada Bibi Rose yang ada disampingnya
“Terima Kasih Bi masakanmu sangat Lezat, do’akan aku ya Bi, agar aku bisa menikmati sekolah baruku di Seol ini”  Bibi Rose membalas senyum Yoona dengan perasaan gembira
 “ Pasti Nyonya ! selamat bekerja keras “ sambil mengepalkan tangan keatas menyemangati Yoona yang berdiri didepannya.
Yoona pun berlalu memasuki mobil mewah  yang parkir didepan rumahnya sambik dibukakan pintu oleh 2 Body Guard baru yang akan mengawal harinya.
Tak lama kemudian mobil  Yoona berhenti didepan sekolah yang amat besar nan mewah, para Body Guardnya membukakan pintu mobil untuk Yoona sambil memayunginya. Yoona merasa risih dengan hal tersebut, namun Yoona tetap bersikap biasa pada 2 Body Guard barunya tersebut, yang belum terlalu mengenal sikap Yoona yang sama sekali tidak ingin terlalu mencolok kekayaannya saat diluar rumah apalagi disekolah.
 Kedua Body Guard Yoona di Indonesia telah memahami sikap Yoona yang sebenarnya ,sehingga mereka tidak memayungi atau membukakan pintu mobil maupun memantau Yoona setiap saat, sehingga Yoona dapat merasa nyaman terhadap hal itu, namun lain hal yang dialaminya sekarang ini, dia benar-benar diperlakukan sebagai seorang putri saat itu, dan hal ini menarik perhatian para murid yang sedang berada di luar teras sekolah yang amat luas itu. Hal ini membuat Yoona tambah risih dan tidak nyaman.
 Yoona segera membalikan badannya dan berkata “ Kalian jangan pernah memperlakukanku layaknya seorang putri jika aku berada diluar rumah, Mengerti ! dan sekarang pergilah, aku ingin menjalani sekolahku tanpa ada yang mengusiknya, dan aku tidak akan bilang pada ayahku “
“Tapi nanti kalu nyonya...”
“ Tidak apa-apa, aku bisa menjaga diriku sendiri akukan bisa beladiri jadi kalian tak usah menghaatirkanku sekarang pulanglah “para Body Guardnya pun mengangguk serempak dan bergegas kembali. Para pelayan dirumah Yoona sebelumnya memang diharuskan untuk bisa berbahasa Indonesia  dan berbahasa inggris, sehingga keluarga Yoona tidak terlalu sulit untuk berkomunikasi dengan mereka.
Yoonapun memasuki sekolahnya dengan perasaan gembira tanpa menghiraukan orang-orang yang memperhatikannya tadi.
Ketika memasuki sekolah sambil mencari-cari kelasnya, tiba-tiba dia terjatuh dan kaget sekali karena tersenggol murid perempuan yang membawa setumpukan buku cukup banyak yang menghalangi pandangan murid tersebut, dan sekarang buku –buku tersebut berserakan amat berantakan dilantai. Melihat hal itu Yoonapun langsung membatu merapihkan buku-buku tersebut
 “Maaf ini salahku aku terlalu ceroboh tidak memperhatikan jalan”  Yoona meminta maaf dalam bahasa Korea.
“Tidak ini bukan salahmu,ini salahku yang sangat ceroboh membawa buku-buku itu “ sahut gadis itu sambil mengelus kepalanya yang terbentur lantai tadi.
Gadis yang menabraknya tadi terlihat meraba-raba lantai kebingungan seperti mencari sesuatu, melihat hal itu Yoona tahu bahwa matanya seperti memakai kaca mata dan Yoona melihat ada kaca mata didekat kakinya dan segera mengambilnya.
“Kau mencari ini”  menyodorkan kacamata tersebut ke tangan gadis asing itu. Tangan anak itupun langsung mengambil kacamata ditangan Yoona dan segera memakainya .
“Thank You” terdengar suara gadis itu sambil tersenyum. Dan membantu Yoona yang juga terlihat kebingungan merapihkan buku-buku tersebut.
Tiba-tiba terlihat seorang gadis yang berpenampilan modis diikuti 2 temannya yang berteriak sangat keras sambil menatap pada buku-buku yang jatuh tadi.
“ Aahhhhhhh, apa yang kamu lakukan gadis Culun! apa kau tidak tahu buku-buku ini sangat mahal dan bagus, kenapa kau seenaknya menjatuhkannya seperti ini hahhh”  gadis modis  itupun menarik kerah baju dan rambut gadis kacamata tadi,dan gadis kaca mata itupun terlihat amat kesakitan dan memohon meminta maaf padanya.
 “ maaf aku tidak sengaja menjatuhkan buku-bukumu”  namun  gadis modis itu tidak mau melepaskan cengkramannya di rambut gadis kacamata itu dan membuatnya menangis kesakitan. ( Dasar ibu tiri ) Melihat hal itu Yoona sangat kesal dan langsung bangun  menarik tangan gadis modis yang menarik rambut gadis kacamata itu dengan keras. ( Abisin aja Yun ampe akar2nye )
 “ apa yang kau lakukan ! kau tidak seharusnya melakukan ini padanya, dia sudah bilang kalau dia tidak sengaja menjatuhkannya dan meminta maaf, apa itu kurang cukup hahhhh!!!!”  Teriak Yoona didepan gadis modis itu dan menatap matanya dengan tajam, suara keras Yoona tadi membuat para siswa semakin banyak mengerumuti mereka, dan Yoona melihat para 12 gerombolan pria yang baru masuk kesekolah melihat kejadian itu, tapi mereka tidak merespon apa-apa dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu.
 Gadis modis itu memegangi tangannya dan  teriak kesakitan “Apa yang kau lakukan ! beraninya kau melukai tanganku, apa kau tidak tahu siapa aku hahhhh !!!!” teriak gadis modis itu pada Yoona.
“Apa kau tidak diajari orang tuamu untuk memperlakukan orang dengan sopan ? ,dan asal kau tahu,  aku tidak peduli siapa kamu“ sahut Yoona dengan jengkel dan menarik tangan gadis kacamata tadi meninggalkan buku-buku yang masih berserakan dan sekerumunan orang dihadapannya, gadis modis itupun teramat kesal mendengar perkataan Yoona.
Yoona dan gadis kaca mata itu duduk dibangku taman yang sedang sepi. Baju dan rambut gadis kacamata itu terlihat sangat berantakan, namun gadis kacamata itu tidak menghiraukannya dan dia tetap menangis.
“Sudahlah kau jangan bersedih lagi, kau kan tidak sengaja menjatuhkannhya” Yoona menghiburnya.
“ Terimakasih karena kau telah membantuku tadi, tapi kau tidak seharusnya melakukan itu karena kau bisa terkena masalah dengannya “ sahut gadis kacamata itu melihat Yoona.
“Masalah ?, orang seperti itu tidak seharusya ditakuti, justru kalau kita takut padanya dia akan malah akan membuat yang lebih dari ini ”. Yoona menjawab tegas.
“ Apakau tidak tahu siapa dia sebenarnya ?” gadis itu menatap Yoona tajam.
“tidak,  ini hari pertamaku masuk disekolah ini, Memang ada apa dengannya ?” sahut Yoona penasaran.
“Dia adalah Yuri anak pengusaha kaya raya di Korea dan ayahnya juga memiliki saham yang cukup besar disekolah ini, dan kedua gadis yang ada dibelakangnya adalah  Jessica dan Tiffany dia juga adalah teman-teman Yuri yang terlahir dari keluarga yang kaya raya dan memiliki saham besar disekolah ini juga, dan kau harus berhati-hati dengan mereka.” Gadis kaca mata itu menjelaskan.
Yoona mengangguk, mendengar perkataan gadis itu Yoona paham bahwa mereka bertiga memang lah gadis yang sangat sombong.
“Ohhhh.....! aku tahu apa maksudmu, tenaglah kau jangan terlalu khawatir padaku aku bisa menjaga diriku.” Sahut Yoona mantap
“Oh iya, kau bilang kau ini baru disini, aku belum tahu siapa namamu, nama ku Geum Jandi kau bisa memanggilku Jandi “ gadis itu tersenyum dan menyodorkan tangannya ke Yoona.
Yoona membalas dengan senyum dan juga menyodorkan tangannya “ Namaku Yoona”.
Mereka berdua saling berbincang-bincang menceritakan pengalamannya sambil tertawa-tawa cukup lama.
Kring.............!!!!!!! Suara bel masuk sekolah berbunyi sangat keras yaang memandakan anak-anak harus segera masuk memulai pelajaran, sehingga membuat Yoona dan Jandi harus menunda perbincangannya.
“Ayo kita masuk” Jandi menarik tangan Yoona,namun Yoona belum juga bangun dari tempatnya dan membuat Jandi heran. “ Ada apa denganmu Yoona ? “ Jandi bertanya heran.
“Hmmmmm.....aku belum tahu dimana kelasku, di sekolah ini ruangannya terlalu banyak jadi aku sangat sulit mencarinya” sahut Yoona menggigit bibirnya yang tipis.
“Astaga, aku lupa kalau kau masih baru disini. Maafkan aku, mungkin aku terlalu lama mengajak mu mengobrol sehingga kau tidak sempat mencari kelasmu,baiklah memang apa nama kelasmu ?”
“ehmmmmm....business class 1” Yoona menjawab.
“Apaaaaa !!!,kau murid business class 1, itukan kelas berbintang disekolah ini dan hanya anak-anak kaya raya saja yang bisa masuk kekelas itu. Memang siapakau ini apa kau juga anak kaya raya Yoona ?” Tanya jandi penasaran.
“ Ah...Tidak, Jandi kumohon tunjukan dimana kelasku ya please....!!!!” Yoona memohon.
“ ehmmmmm, baiklah ayo ikut aku” Jandi berjalan masuk sekolah diikuti Yoona.
Jandi berhenti didepan kelas yang amat besar dan terlihat mewah.
“Inilah business clas 1, kelas ini memang kelas istimewa di sekolah ini, Yuri saja yang terbilang anak kaya raya tidak bisa masuk kekelas ini. Beruntung sekali kalau kau bisa masuk kekelas ini, tapi aku harap kau berhati-hati, karena kau belum mengenal orang-orang yang ada dikelas ini, dikelas ini terdapat 12 lelaki tampan yang menjadi bintang disekolah ini mereka adalah BoyBand yang sangat terkenal sekarang di Korea bahkan sampai mancanegara nama group mereka adalah EXO, mereka terdiri dari D.O, Luhan, Chaenyol, Sehun, Kai, Baekhyun, Suho, Lay, Xiumin, Tao, Kris dan Chen dan kau tahu, semua wanita disekolah ini banyak yang menyukai mereka,  dan kau harus tau kalau Chaenyol adalah tipe idealnya Yuri, jadi kau harus berhati-hati” Jandi menjelaskan sambil berbisik karena semua siswa sudah pada masuk dan suasana sekolah menjadi hening.
“Baiklah terimakasih nasehatmu, cepatlah kau masuk kekelasmu jangan sampai terlambat, terima kasih telah mengantraku Jandi.” Yoona menjawab sambil masuk melambaikan tangannya ke Jandi yang berjalan meninggalkannya.
Yoona menarik napas pelan sambil berjalan masuk kekelas yang masih gaduh.
TOK.....TOK....TOK... Yoona mengetuk pintu yang terbuka dan segera masuk menemui guru yang ingin mengajar. Anak-anak dikelas yang sedang sibuk berbincang-bincang dengan teman merekapun memperhatikan Yoona.
“ Maaf pak saya terlambat, saya baru menemukan kelas ini, karena saya masih baru disini” Yoona meyakinkan guru didepannya.
“Oh iya kau anak pindahan dari Indonesia itukan, tadi ada salah seorang guru datang kesini dan mananyakan apa kau sudah menemukan kelas ini, tidak apa-apa aku memaklumimu, sekarang mari kau perkenalkan diri didepan teman-temanmu “ Perintah guru itu sambil menyuruh anak-anak dikelas memperhatikan Yoona, Yoona merasa sangat gugup karena semua mata tertuju padanya namun dia memberanikan diri.
“ Selamat Pagi” sapa Yoona dengan ramah.
“pagi........”seisi kelas menjawab.
“ Perkenalkan nama saya Yoona saya pindahan dari Indonesia dan sekarang saya menetap diKorea, mohon kerjasamanya, terimakasih” Yoona merasa lega dihatinya.
“Baiklah sekarang kau boleh duduk dibangku yang kosong itu” guru itu menunjukan bangku yang akan ditempati Yoona. Yoonapun bergegas menuju bangku tersebut, dan dia melihat sekelilingnya, ternyata murid perempuan hanya ada sedikit dibandingkan dengan murid laki-laki, dan Yoona duduk di kursi yang diapit oleh laki-laki, D.O disebelah kiri dan Luhan di sebelah kanannya, yang sepertinya melihat dia bertengkar tadi pagi. Pelajaran pun dimulai.

                                                                       








CHAPTER 2
Hari kedua Yoona bersekolah di MBC of Seoul University. Dia bangun lebih pagi dari sebelumnya untuk berangkat kesekolah, karena dia ingin melihat pemandangan yang indah di kota Seol tersebut dan merasakan kesejukan udara bersih di negeri barunya. Walaupun Yoona harus tidur larut malam karena harus kursus bahasa Korea dirumahnya, namun itu tidak menjadi alasan untuk Yoona bermalas-malasan.
Dikoridor sekolah Yoona melihat Jandi yang sedang duduk sendirian memegang secarik kertas dengan wajah yang terlihat muram. Yoona yang baru turun dari mobilnya segera menghampiri Jandi.
“Hai Jandi ada apa denganmu ? kenapa kau terlihat sedih ? dan apa yang kau baca itu ?” Menunjuk kearah kertas yang dipegang Jandi.
Melihat kedatangan Yoona yang begitu tiba-tiba didepannya dengan setumpuk pertanyaannya membuat Jandi merasa kaget, dan langsung melipat kertas yang ia pegang dari tadi.
“Ehhhm Hai Yoona ! Tidak apa-apa, aku hanya sedang berlatih drama saja” Jawab Jandi agak gugup.
“Benarkah, syukurlah kalau tidak ada apa-apa denganmu, ayo kita masuk !”
Yoona dan Jandi memasuki sekolah bersama-sama.
Jam istirahat berdering kencang disekolah itu, murid-muridpun keluar kelas untuk beristirahat setelah belajar cukup lama.
Yoona berjalan menuju kantin untuk makan siang, perutnya sudah sangat lapar karena tadi pagi dia hanya makan roti tawar dan susu saja karena ingin berangkat terlalu pagi.
Makanan di Korea sangat berbeda jauh dengan yang ada di Indonesia, sehingga hal itu membuat lidah Yoona harus beradaptasi dengan makanan dinegeri barunya tersebut.
Saat makan, Yoona melihat kantin begitu sepi dan tidak seperti kemarin, dan anak-anakpun berlarian keluar kantin dengan tergesa-gesa seperti ada sesuatu, namun hal itu tidak membuatnya curiga,”mungkin mereka memang sedang ada urusan” sahutnya dalam hati sambil meneruskan makannya.
Tak lama kemudian Handphone Yoona berdering, diapun segera mengambil Handphonenya di saku, tapi dia heran karena nomor yang menelponnya tidak ada dikontaknya, tetapi Yoona tetap mengangkatnya karena takut ada berita penting yang ingin disampaikan.
“Hallo, Selamat Pagi !” Sapa yoona dengan suara ramah, tapi orang yang menelponnya belum juga menjawab, berkali-kali Yoona mengulangi perkataannya namun tetap saja tidak ada jawaban. Tapi Yoona mendengar ada suara sorakan yang begitu ramai ditelponnya dan juga sepertinya ada suara seorang gadis yang menangis, dan sepertinya suara tangisan itu tidak asing lagi ditelinga Yoona. hal ini membuat Yoona menjadi panik berat, dan menghentikan makannya. Tak berapa lama kemudian terdengar suara ditelponnya.
“Hai Yoona, apa kabar ? aku punya berita bagus untukmu, apa kau mau tahu ?” Suara seorang gadis yang sambil tertawa itu membuat Yoona semakin panik, dan Yoona tahu siapa orang yang menelponnya dia adalah Yuri, orang yang pernah mengalami pertengkaran dengan Yoona  kemarin.
“Apa yang sedang kau lakukan Yuri ?, apa kau melakukan sesuatu pada Geum Jandi ? Hahhhh !!!”Yoona mengeraskan suaranya sehingga membuat orang-orang yang ada dikantin memperhatikannya.
“Oh....aku tidak menyakiti temanmu ini kok, aku hanya ingin  bermain-main sedikit saja dengannya”Tawa Yuri semakin menjadi-jadi.
“ Kalau kau tidak ingin temanmu ini aku buat tambah menderita dan malu ,cepatlah kau kehalaman sekolah untuk menolongnya” sahut Yuri lagi,  berkata dengan sinis dan terdengar suara jeritan kesakitan.
Mendengar hal itu Yoona pun segera berlari menuju halaman sekolah. Halaman sekolah dari kantin terletak cukup jauh karena sekolah Yoona itu sangat luas sekali sehingga Yoona harus berari dengan cepat tanpa menghiraukan orang-orang yang memperhatikannya dengan heran.
Namun Yoona sepertinya tidak bisa menghentikan larinya saat dia berbelok menuju halaman sekolah dan diapun akhirnya menabrak seorang laki-laki yang berlawanan arah dengannya yang sedang bertelepon.
Yoonapun akhirnya menabrak dan terjatuh bersama dengan laki-laki yang ditabraknya itu.
Gubrakkkkk....Kepala Yoona terbentur lantai cukup keras dan Handphone yang ia pegangpun ikut terjatuh.
“Awwwwwww,Yatuhan ini sakit sekali” keluh Yoona mengelus kepalanya.
“Oh, maafkan aku, aku tidak sengaja menabrak mu, sekali lagi aku minta maaf” Yoona membantu membangunkan laki-laki yang ia tabrak itu dan sepertinya laki-laki itu juga terbentur kepalanya.
“Apa kau tidak bisa hati-hati dalam berjalan, sehingga kau menabrak orang lewat sesukamu” sahut orang yang ditabraknya dengan nada agak keras. Sambil mengambil handphonenya yang terlihat agak rusak karena terbentur lantai cukup keras tadi. Orang yang dia tabrak ternyata adalah Kai teman sekelas Yoona, dia adalah salah satu personil EXO, namun gayanya lebih terlihat berbeda dari personil-personil lainnya, gayanya lebih terkesan urakan dan agak terlihat angkuh.
Mendengar bentakan Kai, Yoona agak sedikit kaget dan kikuk ( Yaiyalah dibentak ama orang ganteng ).
“Maaf, aku sedang terburu-buru, aku janji akan mempertanggungjawabkan kesalahanku, sekali lagi aku meyesal!” Yoona menjawab dan membungkuk sedikit setelah itu mengambil Handphonenya yang jatuh dan berlari meninggalkan  Kai yang terihat sangat jengkel dan agak marah dengannya, namun Yoona tidak memikirkan hal itu karena di harus menolong Jandi dari perbuatan Yuri.
            Setelah sampai di halaman sekolah, Yoona tercengang karena melihat keadaan Jandi. Pada saat itu Jandi sedang duduk dikursi dalam keadaan tangan dan kaki yang terikat kencang, tanpa mengenakan seragam melainkan hanya kaus dalam putih ( singlet ), Keadaan rambutnyapun sangat berantakan dan kusut, didadanya tertulis papan nama yang besar bertuliskan “ ANAK CULUN DAN PAYAH“. ( dalam tulisan hangul ya pastinya wkwkwk)
Yoona melihat kejadian itu tentunya tidak terima kalau temannya Jandi diperlakukan seperti itu, diapun berlari kencang kelapangan menembus kerumunan siswa yang sedang menonton Jandi yang menangis dipermalukan Yuri.
Yoonapun melepaskan tali yang mengikat tangan dan kaki Jandi, dan segera melepaskan almamaternya dan memakaikannya keJandi. Yoona tidak ingin membuat Jandi bertambah malu didepan umum karena harus bertengkar dengan Yuri, sehingga dia lebih memilih berlalu meninggalkan halaman sekolah yang ramai.
Didalam gedung sekolah 12 personil EXO yang baru datang tercengang melihat Yoona dan Jandi yang berjalan dan berpapasan dengan mereka dalam keadaan seperti itu ( Yoona tampang sewot kalo Jandi tampang nangis + pakaiannya yang “?” ya pokoknya gitulah ), melihat mereka yang berlalu seperti itu membuat D.O merasa bingung dan penasaran diapun bertanya pada siswa lain, dan seprtinya bukan Cuma D.O saja yang penasaran melainkan semua member EXO. ( hihihhihii ciyeee yang diperhatiin )
Yoona membawa Jandi ketaman belakang sekolah dan duduk dbangku taman tempat mereka mengobrl kemarin, “ Kenapa mereka bisa melakukan ini padamu Jandi ” Yoona bertanya sambil mengobati luka ditangan Jandi karna ikatan tali yang terlalu kencang.
 “Mereka sangat keterlaluan sekali, akulah yang punya masalah dengan mereka tapi mereka malah membalasmu” Yoona melanjutkan perkataannya dengan nada yang agak ketus.
“ Ini memang salahku Yoona, mereka memang sudah biasa melakukan hal ini denganku” Jandi menjawab sambil menahan sakit ditangannya.
“Memangnya kenapa, apa kau melakukan sesuatu???” tanya Yoona penasaran.
“Aku telah menjatuhkan buku-bukunya kemarin” Jawab Jandi dengan suara pelan dan menunduk karena menahan air mata yang sedari tadi dia tahan.
“Aku bisa bersekolah disini, karena aku mendpatkan beasiswa, aku hanyalah gadis biasa yang tidak terlahir dikeluarga kaya seperti mereka, jadi itulah hal utama yang membuat mereka sering membully diriku, aku tidak bisa berbuat apa-apa karena orang sepertiku tidak akan berdaya dihadapannya, Ayahnyalah yang memberikan ku beasiswa disini, karena dulu sebelum ayahku meninggal dia bekerja pada keluarga Yuri” Jandi melanjutkan dengan sambil meneteskan air mata
Mendengar perkataan itu Yoona nampak geram tapi dia menahan hal itu karena dia tidak ingin membuat Jandi seemakin merasa sedih, bagaimanapun Jandi adalah orang pertama yang dia kenal disekolah barunya dan dia tidak ingin menambah bebebannya.
“ Maafkan aku Jandi ini semua karena aku, karena aku kau malah menderita seperti ini sekali lagi maafkan aku, aku janji suatu hari nanti aku akan buat perhitungan kepada mereka “ Jawab Yoona dengan tegas.
“Tidak Jandi, jangan lakukan itu, aku tidak ingin kau menjadi incaran selanjutnya” Jandi meyakinkan
Dikejauhan terlihat D.O yang memperhatikan mereka dan sedikit mendengan pembicaraan mereka berdua.
                                                                       




CHAPTER 3
Sudah seminggu Yoona kuliah di MBC of Seoul University, tapi Yoona masih belum mendapatkan banyak teman, dia memang tidak ingin terlalu banyak eksis disekolahnya itu karena dia tahu murid-murid disana sangat pemilih dalam berteman, tapi hal itu membuat Yoona khawatir karena dia memiliki teman seperti Jandi yang selalu menemaninya.
Saat pelajaran berlangsung Yoona merasa sangat ganjil karena 12 orang itu ( ituloh abangabang EXO ) tidak ada dan membuat kelas terasa sangat hening, karena satu kelas hanya ada sekitar 25 murid karena hanya anak yang beruang + memiliki kecerdasan diatas rata2 saja yang bisa masuk kekelas itu ( ah berarti abang2 EXO pinternya diatas rata2 hehehe bagus deh soalnya jaman sekarng modal tampang doank gak cukup wkwkwkwk )
“ Mereka ini kemana, Yura ?” Tanya Yoona sambil menunjuk kebangku tanpa tuan pada teman wanita yang ada di belakangnya.
“ Oh... mereka sedang melakukan konser di berbagai negara seperti biasanya saja “ Jawab temannya sambil menyisir rambutnya yang sudah rapi itu.
“ Konser ???, apa mereka sangat terkenal ?” tanya Yoona bingung.
“ Wah.. kau ini kan sudah seminggu disisni tapi kenapa kau belum mengerti juga, apakau tidak menonton TV, saat ini banyak acara TV yang mengundangya untuk mengisi acara, dan apakau juga tidak memperhatikan gaya dan penampilan mereka itu yang sangat menawannn terutama Sehunkuuu “
Jawab temannya itu dengan nada senang ( Aduhh nih temennya Yoona pake suka ama Sehun segala sih, Sehunkan punya temen gw hehehe ).
“Seperti itukah....” Yoona mengangguk sambil berpikir bahwa Jandi pernah berkata hal yang sama.
Hari-haripun berlalu seperti biasanya saat bangun pagi Yoona tanpa ditemani kedua orang tuanya, seakkan akan Yoona merasa tidak memiliki orang tua saja tiap dia pulang sekolah hanya para pelayan yang menyambutnya sedangkan orang tuanya hanya sibuk dengan urusannya masing-masing sampai sekarangpun Yoona belum berkeliling-keliling di kota Seoul karena dia merasa bahwa orang tuanya akan mengajaknya untuk berkeliling di kota Seoul yang indah ini karena mereka baru pindah kesini tapi ternyata sama saa mereka tidak berubah tetap saja seperti yang dulu.
Dilorong sekkolah Yoona tampak berjalan lemas dia masih saja terus memikirkan kedua orangtuanya itu. Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundanya dan dia terbangun dari lamunannya tadi dan lagsung berbalik kebelakang kearah orang yang menepuk pundaknya, betapa kaget bukan kepalang ternyata yang menepuk pundaknya adalah teman sekelasnya yang merupakan salah satu personil dari EXO tapi kali ini bukan yang kemarin dia tabrak saat lari (wkkwkw makanya kalo lari pake mata juga Yoon ), baru kali ini dia berdiri sedekat itu dengan lelaki ini tubuhnya tinggi dan tegap sekali Yoona hanyalah sedagunya saja Yoona memang belum mengenal dengan baik 12 personil itu karena sejak dua minggu Yona bersekolah disini hanya baru 5 hari mereka masuk ( hehehe maklum orang sibuk mah gitu )
“A..a...a.ada apa ??” Tanya Yoona heran dan kebingungan.
“Apakah kau selalu seperti ini ?” Tanya lelaki itu sedikit tersenyum sengit.
“Mengapa kau tersenyum, Apa maksudmu ?” Tanya Yoona lagi keheranan.
“Lihatlah sepatumu “ Jawab lelaki itu dengan nada yang tenang, dan berlalu meninggalkan Yoona kikuk seorang diri karena malu.
“Aduuhhhh bodoh sekali aku ini kkenapa hari ini aku kacau sekali, bagaimana aku bisa masuk kekelas dengan sendal tidur seperti ini... bagaimana ini aduhhh”  ( Duh malah sendalnya ada boneka-boneka doraemon gitu lagi wkwkwk )
Yoona kebingungan. Sudah seminggu ini Yoona tidak diantar menggunakan mobilnya melainkan dia lebih memilih untuk naik bus kesekolah karena menurutnya dengan naik bus dia akan lebih bisa bersahabat dengan orangorang ( iya sih Yoon boleh boleh aja tapi mbok ya di ccek dulu atribut sekolahnya udah bener  belom uuuuh, kalo gitukan udah kaya di Ospek aja )
Bel masuk berdering, seperi biasanya semua murid masuk kekelas masing-masing tapi hanya Yoona yang masih ada di bangku koridor sekolah dia masih bingung harus berbuat apa dia tidak mungkin masuk kelas menggunakan sendal seperti ini tapi disisi lain dia juga tidak mngkin tidak menggunakan sepatu untuk masuk kekelas karena bagaimanapun semua mrid disekolah itu harus lengkap dan sesuai atributnya dengan ketentuan sekolah ( Tuh harus lengkap dan sesuai jangan yang aneh- aneh yakalo pake seragam kesekolah yang sebagaimana mestinya aja gak usah berlebihan kalo masih dompleng ama orang tua alias nebeng ).
Tapi tiba-tiba ada orang yang menepuk pundaknya lagi dan itu masih orang yang sama, dia menyodorkan sebuah kotak yang cukup besar ke arah Yoona, dan Yoona pun mengambilnya.
“Apa ini ?” tanya Yoona tampak bingung
“Itu sepatu, cepatlah kau gunakan dan segera masuk kekelas, karena pelajaran akan dmulai sebentar lagi” Jawab lelaki tinggi itu sambil memasukan tangannya ke sakunya.
“Benarkah...” Yoona pun tampak senang melihat sepatu yang diberikan kepadanya dan langsung mengenakannya, Yoona merasa heran ternyata orang yang angkuh seperti dia bisa baik juga kepada dirinya.
“Terimakasih Caa Cha eee Cahe ups maksudku Chaenyol” Jawab Yoona dengan terbata-bata menyebut namanya yang ada dipapan nama yang laki-laki itu gunakan wajar saja karena namanya menggunakan Hangul  dan Yoona memang masih agak kesulitan untuk memahaminya( UHHHh ternyata Oppa Chaenyol yang ngasih baiiiikkkkk bangetsss sih uuu ) Chaenyol pun berjalan masuk kekelas dengan diikuti Yoona dibelakangnya, murid-murid wanita keheranan melihat mereka datang bersamaan ( cemburu yaaaa kwkwkw ). Yoona pun mulai duduk dibangkunya dengan agak gugup karena dari tadi banyak sekali orang yang memperhatikannya.

Dikantin banyak sekali orang-orang yang memesan makanan, tapi hari ini Yoona tidak terlalu lapar karena tadi pagi dia sudah sarapan cukup banyak (hehehe sarapan sebelum berangkat ngirit uang jajan)  Yoona kekantin untuk mencari Jandi karena dikelasnya tidak ada.
Terlihat Jandi berada di meja kantin disamping jendela Yoona pun menghampirinya, dengan sedikit kesulitan karena masih banyak sekali murid disana, tiba-tiba gubrakkkkkk
Yoona terjatuh dan kepalanya terbentur meja makan, Yoona sangat kesakitan pada saat itu banyak sekali orang yang melihat kejadian itu, termasuk member-mebmber EXO.
“UPS....,Sory aku tidak sengaja melakukannya, apa mau ku bantu bangun ?” Yuri menyodorkan tangannya sambil tertawa sinis menyodorkan tangannya sedikit.
Melihat banyak orang yang memperhatikannya Yoona segera bangun tanpa mengendahkan tangan Yuri.
“Apa yang kau lakukan Yuri, kenapa kau menyelengkat kaki ku aku tahu kau sengaja melakukannya” Jawab Yoona geram.
“Ohhhh, aku memang sengaja melakukannya memang kenapa ? kau ingin memukulku lagi ? ini cepatlah” Jawab Yuri menyodorkan wajahnya, melihat Jandi yang mengedipkan matanya ke arah Yoona Yoona tidak jadi melakukannya dan pergi berlalu meninggalkan Yuri dan teman-temannya yang tertawa senang. ( Udah Yoon gak usah diladenin tante girang kaya dia ).
“Kau baik-baik saja Yoona ?” Tanya Jandi khawatir
“Ah aku tidak apa-apa Jandi, hanya kepalaku saja yang sedikit sakit, aku sudah berjanji padamu untuk tidak mencari masalah dengannya” respon Yoona sambil membersihkan pakaiannya yang agak kotor.
“Maafkan aku...” Jawab Jandi dengan nada menyesal.
“Santai saja Jandi jangan berlebihan aku yang jatuh kenapa kamu yang terlihat khawatir seperti itu hahahah “
“Aaaaaa..Yoonaaa...” Jawab Jandi sambil menyubit pinggul Yoona.
                                               
                                                                       




CHAPTER 4
Yoona menyandarkan tubuhnya pada kursi belajarnya dan agak teringat dengan kejadian tadi pagi saat dia kesekolah menggunakan sendal.
“Huuuufftttt, aku tidak boleh mengulanginya lagi, ini sangat memalukan,kenapa harus dia yang melihatku seperti itu, aaaaaa kenapa tidak orang lain saja” Yoona merasa malu pada Chaenyol karena dia tidak seharusnya melihat hal itu, jujur baru pertama kali ini dia merasa begitu malunya dihadapan seorang lelaki.
“Besok aku akan mngembalikan sepatu itu kepadanya” Sambil memandang dan memasukan sepatu itu ke dalam kantong.
Jandi meraih ponselnya di tempat tidur dan mengrim pesan lewat media sosial ke Jandi, karena besok hari libur dan dia pasti akan sangat kesepian.
Yoona : “Hi Jandi, kau sedang apa ? apa ku mengganggu mu ?”
Jandi : “Yoona...., aku sedang membantu ibuku membuat kimchi”
Yoona : “Benarkah....ah seru sekali, aku belum pernah makan kimchi disini, seperti apa bentuknya ?
Jandi : “Wkwkwkw, jadi kau belum pernah makan kimchi, ayo kerumahku sekarang aku akan mengajarkanmu memuatnya, apa kau mau ???”
Yoona : “Wahhhhhh tentu saja aku mau, baiklah aku akan bersiap-siap sekarang kau kirimkan alamat rumahmu ya aku akan kesana”
Jandi : “ Baik Cepatlah”
Percakapan mereka selesai, Yoona pun segera bersiap-siap dan segera keluar kamar, ditangga dia melihat ibu dan diikuti ayahnya dibelakang baru saja masuk kerumah, tapi kenapa hari ini mereka cepat sekali pulang karena biasanya mereka pulang larut malam, hal ini membuat Yoona penasaran, tapi orang tua Yoona tidak menghiraukannya dan langsung masuk kedalam kamar dan menutup pintu dengan keras, Yoona smpat melihat wajah ibunya menangis, diluar kamar Yoona mendengar suara pertengkaran kedua orang tuanya, wajah sumeringahnya tadi berubah menjadi murung dan sedih, melihat kejadian itu bibi Rose menghampiri Yoona dan memeluknya erat.
“Kenapa mereka melakukan ini bi, bisakah mereka memperhatikanku sedikit saja, sebenarnya aku ini siapa bi kenapa mereka selalu mengacuhkanku kenapa mereka selalu sibuk dengan urusan mereka sendiri” Yoona menangis tersendu-sendu dipelukakn bibi Rose.
Yoonapun langsung berlari keluar dia tidak tahan lagi, dengan kedua orang tunya, bibi Rose berusaha untuk mengejarnya tapi dia tidak bisa menghentikan Yoona yang sudah terlalu jauh berlari.
Bibi Rose merasa sangat khawatir dengan keadaan Yoona yang seperti itu sekarang, dia tidak mungkin pergi sendirian tanpa teman dan kendaraan sedangkan saat itu menunjukan pukul 08.00 malam.

Dijalan yang sepi dan dingin Yoona berjalan sendirina sambil menangis, banyak kendaraan yang berlalu lalang dijalan raya tersebut, Yoona hanya menundukan kepalanya dan tak tahu harus bagaimana, tadinya dia berniat untuk membuat kimchi di rumah Jandi tapi dia mengurungkan niatnya karena dia tidak mungkin menampakan wajah yang sudah bengap karena terlalu banyak menangis dihadapan Jandi, dia tidak ingin membuat Jandi khawatir, dia pun engirim pesan ke Jandi bahwa hari ini dia sedang ada urusan mendadak dan tidak bisa datang, untuk menutupi kesedihannya.
Tiba-tiba Yoona tersadar hari sudah makin larut, jalannanpun sudah semakin sepi hanya beberapa kendaraan saja yang berlalau-lalang, Yoona melihat jam ditangannya sudah menunjukan pukul 10.00, Yoona menghentikan langkahnya yang sedari tadi membawanya entah kemana, Yoona ketakutan karena dia belum pernah kemana-mana selain kesekolahnya selama di Seoul, Yoona melihat kekanan- kekiri dia merasa sangat asing dengan tempat ini, dia hanya melihat kedai-kedai dipinggiran jalan dan danau yang begitu luas, dia pun berjalan kearah kursi dipinggir danau dan istirahat disana, karena sudah 2 jaman Yoona berjalan tak terarah dengan perasaan yang tidak karuan, Yoona melihat Handphonenya dan lebih panik lagi ternyata Handphonenya sudah mati dia baru sadar kalau dia lupa menchargenya sehabis pulang sekolah.
Hari semakin larut Yoona tidak dapat berbuat apa-apa, kakinya masih terasa sakit diapun melepas sepatu highhils, kakinya terlihat merah karena terlalu lama berjalan, Yoona merasa sangat lapar, karena dari tadi dia belum makan malam, dan diapun lupa untuk membawa dompet karena terburu-buru pergi melihat kedua orang tunya bertengkar.
“Apa yang harus aku lakukan sekarang, aku tidak bisa menghubungi siapapun seekarang aku juga tidak bawa uang, aduhhhh aku lapar sekali” Sambil memegangi perutnya, dia hanya menatap kosong kearah danau dengan lampu-lampu pinggir jalan yang meneranginya.
Yoona melihat jam ditangannya lagi ternnyata sudah jam 12.00, Yoona sangat panik dan bingung tidak tahu harus apa, jalanan semakin sepi sekali hampir tidak ada kendaraan yang berlalu.
Tiba-tiba terlihat diujung jalan 3 laki-laki mabuk yang menuju kearah Yoona, Yoona panik ketakutan dan berlari sekuatnya, tapi kakinya masih sangat sakit Yoonapun terjatuh laki-laki itupun berlari kearah Yoona dan menggodanya, Yoona sempat melawan dengan melemparkan sepatu hillsnya ke salah satu laki-laki itu tapi Yoona tidak cukup kuat, diapun berteriak sekuatnya berharap akan ada orang yang menolongnya.
Saat laki-laki mabuk itu akan menyentuh wajah Yoona, terdengar suara mobil berhenti dibelakang 3 laki-laki itu, tapi laki-laki mabuk itu tidak menghiraukan ( namanya juga mabok kelakuannya jadi BEGO kalo ada mobilmah minggir ini malah majang ditengah jalan ), saat 3 laki-laki itu akan menyentuh Yoona orang-orang yang ada didalam mobilpun langsung keluar dan menghajar mereka bersama-sama, akhirnya 3 pemabuk itu pun kabur dengan wajah yang sudah tidak bisa dgambarkan lagi ( wkwkwk mukanya bonyok ). Yoona sadar ternyata yang menolongnya itu adalah para personil EXO, dia mencoba untuk berdiri sekuat tenaganya tapi tiba-tiba dia pingsan tak sadarkan diri karena dehidrasi dan banyak mengeluarkan tenaga untuk berlari dan teriak ( haduuuhhhh kasian Yoona ).















CHAPTER 5
Dikamar yang cukup luas Yoona terbangun dari tempat tidur, dan langsung duduk bersandar di tempat tidur.
“Dimana ini, apa aku sudah pulang, tapi....., ini seperti bukan kamarku”
Yoona masih kebingungan dia belum bisa mengingat kejadian semalam dengan baik, mata Yoona terbelalak melihat photo yang ada disamping tempat tidur, ituka photo Chaenyol yang memberian sepatu kepadanya kemarin, dan diapun langsung beranjank dari tempat tidur, dan dia kaget bukan kepalang ternyata dia sudah ganti pakaian semalam dia memakai pakaian warna putih, tapi sekarang kenapa warna hijau, hal ini membuat Yoona teriak sekencang-kencangnya dan berlari keluar kamar, saat membuka pintu kamar dia tercengang melihat 12 orang laki-laki yang dia sadar mereka adalah teman sekelasnya sedang memandangnya heran, tanpa pikir panjang plakkkkkkkkk suara tamparan Yoona di wajah imut D.O ( aduh D.O ko ditampar sih kaciannnn tau Yoona) bekas tamparan Yoona terlihat jelas di pipi D.O yang putih dan imut itu, mata D.O langsung membulat karena kaget dan mengelus pipinya yang sangat sakit itu, tapi dia tidak mengatakan apapun dan mundur beberapa langkah dari Yoona takut kalau Yoona kan melakukannya lagi .
“Apa yang kalian lakukan padaku hah, tega sekali kalian hah...” Yoona marah dan bingung
“Apa maksudmu ? kami hanya...” Sehun mencoba menjelaskan tapi terpotong oleh Yoona
“Hanya apaaaa..., apakah kalian melakukan....” Yoona menegaskan dengan memeluk tubuhnya sendiri denagn panik.
“ Dengarlah kami dulu, semalam kami melihatmu akan disakiti oleh 3 laki-laki yang mabuk dan kami menolong mu “ Baekhyun menegaskan dengan nada yang cukup keras karena kesal dengan Yoona yang menuduh mereka tidak-tidak, Suho pun memegang pundak Baekhyun untuk menahannya.
“Semalam kau pingsan, karena kami tidak tahu dimana tempat tinggalmu jadi kami bawa kau kesini, Handphonemupun mati jadi kami tidak bisa menghubungi keluargamu “ Xiumin melanjutkan dengan suara tenang menoba menenangkan keadaan.
“ Benarkah, tapi kenapa dengan pakaianku ini “ Yoona merespon meminta jawaban dengan memegang pakaian yang dikenakannya, suaranya pun agak sedikit tenang.
“Ohhh itu, baju mu yang semalam kotor karena kau jatuh dijalan”  Tao menegaskan.
“Tapi jangan khawatir, bukan kami yang menggantikan pakaianmu” Sedikit tertawa
“Pelayan wanita kamilah yang melakukannya, tenang saja kau masih bersih ko” Khris melanjutkan denagn wajah memerah.
“Benarkah...oohhh maafkan aku” Yoona menggaruk kepalanya dan menghampiri D.O yang masih memegangi pipinya itu dengan wajah menyesal tapi D.O memahaminya dan memaafkannya.
“Lainkali kalau kau mau menampar seseorang lebih baik kau pikirkan dulu, karena tamparanmu ini sakit sekali uhhh” D.O Meringik keskitan.
Keadaan pun mulai membaik mereka sekarang berbincang-bincang diruang TV, Yoona sangat senang ternyata tidak terjadi sesuatu hal yang buruk padanya. Yoona mencoba untuk membuatkan sesuatu untuk mereka pagi ini, dan bertanya pada D.O diamana letak dapurnya D.O pun memberitahunya.
“Kau mau apa ?” Tanya D.O heran dan menampakan mata bulatnya yang imut.
“Aku mau buat sarapan, kalian pasti belum sarapan karena ulah ku tadi.” Yoona menyesal
“Baiklah ayo aku antar” D.O mengantarkan Yoon akedapur, ternyata didapur ada Kai yang sedang memotong sayuran.
“Kai, dia ingin membuatkan sarapan untuk kita” D.O berkata pada Kai yang sedang sibuk memasak.
“Tidak perlu, aku bisa melakukannya, biarkan saja dia istirahat” Jawab Kai sambil melanjutkan masaknya. ( Ciaa Kai masak )
Mendengar itu Yoona semakin tidak enak bagaimana mungkin dia sudah ditolong oleh mereka tapi tidak bisa elakukan apapun untuk mereka, Yoona pun langsung mengamibil pisau yang ada ditangan Kai dan menggantikannya mengiris bawang, Kai pun kebingungan melihat tingkahnya, D.O pun tertawa melihat temannya yang biasanya terlihat garang itu tiba-tiba menjadi aneh seperti itu.
“Apa yang kau lakukan ?” Tanya Kai agak kesal pada Yoona.
“Akukan sudah bilang mau membantu kenapa kau melarangku” meneruskan pekerjaannya.
“Biarkan saja dia melakukannya Kai kau ini, biasanya selalu ingin dibantu dan tidak suka terlalu lama kalau memasak kenapa sekarang berubah” D.O melanjutkan prkataan Yoona sambil duduk dikursi makan.
Mendengar itu Yoona tidak bisa menahan tawanya, melihat Yoona tertawwa Kai menatap garang padanya dan Yoona pun menghentikan tawanya itu dan melanjutkan masak.
“Oh iya semalam kakimu terluka, apa masih sakit ?” D.O bertanya sambil mengambil air untuk minum karena haus dari tadi berselisih dengan Yoona dan Kai yang cukup keras kepala.
“Ah, benar... semalam kakiku memang agak lecet dan memerah, tapi sekarang sudah tidak sakit lagi” Jawab Yoona sambil memandang kakinya heran.
“Semalam, Chaenyol yang membawamu kekamarnya dan mengobati lukamu.” D.O menjawab
“Benarkah.....” Yoona mereesponnya kaget, dia tidak percaya kalau Chaenyol lai yang menolongnya saat kesulitan huhhhh benar-benar laki-laki sejati.
“Tentu saja, dia memang terlihat angkuh di sekolah tapi sebenarnya dia punya hati yang lembut terutama dengan wanta yang lemah” Lanjut D.O menggoda Yoona.
Melihat Yoona yang pelan sekali memotong bawangnya, karena mengobrol dengan D.O Kai sangat jengkel.
“ Hei kau ini niat membantu ku atau tidak” Kai berkata dengan wajah kesal, membangunkan Yoona dari lamunannya.
“Oh iya, maafakan aku”
“Cepatlah” Kai melanjutkan pekerjaannya, hari ini memang sedang giliran dia dan Chaenyol untuk membuat sarapan.
Tiba-tiba Chaenyol datang dengan membawa banyak sekali belanjaan ( Elah dah kaya ema-ema aje bang belanjanye banyak wkwkwk ) Chaenyol meletakan semua belanjaan itu diatas meja makan dan memasukannya kekulkas, dengan dibantu D.O, D.O itu memang member EXO yang sangat pengertian dengan member lain maupun dengan orang lain sepertinya hal ini membuat Yoona semakin bersahabat dengan D.O, setiap kali melihat D.O tersenyum membuat Yoona ingin selalu tersenyum karena tiap kali tersenyum bibirnya D.O memperlihatkan gambar LOVE wkwwkkwkw, (tapi bukan berarti kalo Yoona cinlok ama D.O ya)
“Terima kasih karena kau telah menolongku semalam” Yoona menguapkan terimakasihnya pada Chaenyol yang masih sibuk dengan pekerjaannya
“Hmhmhmhm” Chanyol merespon dengan mengerutkan dagunya dan memperlihatkan lesung pipit di pipinya itu dia tetap melanjtkan pekerjaannya ( ihhh oppa ko responnya gitu doang basa basi apa kek gitu biar seneng ), tapi Yoona tetap merasa tidak enak karena telah menuduh mereka yang bukan-bukan.
Selesai mereka makan Chaenyol memberikan Handphone dan sepatu hills dan baju Yoona yang sudah selesai di laundrey  Yoona kembali karena hari sudah agak siang,, waktunya Yoona untuk pulang karena mungkin  orang tunya khawatir dirumah.
“Ambil ini dan cepat ganti pakaianmu kau harus cepat pulang ayah ibu mu pasti menunggu dirumah” Chaenyol menyodorkannya dihadapan Yoona. Mendengar perkataan itu Yoona merasa agak sedih mana mungkin orang tunya khawatir padanya sedangkan mereka selalu sibuk dengan urusan mereka sendiri dan pulang cepat hanya untuk bertengkar seperti tadi malam hufffttt, wajah Yoona agak mmerah.
“Kenapa kau sakit ?? Ambillah. Oh iya baju yang kau pakai itu adalah baju kesukaannya Baekhyun jadi kau harus mencucinya dulu” Chaenyol menegaskan
“Ah baiklah terimakasih” Yoona mengambil bajunya kembali dan segera ke toilet untuk mengganti pakaian, tapi dia tidak ingin menghubungi siapapun sekarang, jadi dia tidak menghidupkan handphonenya walau dia tahu kalau Hanphonenya sudah dicharge penuh oleh Chaenyol dikamarnya karena Yoona melihat Hpnya disamping tempat tidur sedang di charger.
“Aku sudah memanggilakn TAXI untuk mu sekarang pualnglah” Chanyol mengantar Yoona keluar rumah diikuti member lain.
“ Terimakasih semuanya, maaf aku sudah banyak merepotkan kalian sekali lagi aku minta maaf “ Yoona membungkukan badannya.
“ Tidak apa-apa kami memaafkanmu, kami tahu ini akan terjadi, jika aku sepertimu aku pasti akan melakukan hal yang sama” Lanjut Baekhyun
“Lagipula sedang apa kau larut malam ada dijalan seorang diri saja “ Tanya Lay penasaran.
“Oh itu, hmhm aku ingin jalan-jalan mencari udara segar sebentar tapi, tiba-tiba aku tersesat HP ku mati dan aku juga lupa membaa dompetku hihi” Tersenyum Yoona, dia sengaja berbohong untuk menutupi keadaannya semalam hufttt sangat melelahkan buatnya.

“Oh seperti itukah, lainkali kau harus hati-hati jangan sampai terulang lagi, tidak baik gadis sepertimu diluar rumah sendirian sampai larut malam” Lay menasehati dengan gayanya yangsok imut, membuat semua member tertawa dan agak jijik termasuk Yoona sendiri (wkwkwkw).