LATAR BELAKANG
Sebenarnya cerita ini gak sengaja
tercipta sama pengarangnya, yaaa tanpa sadar cerita ini melintas dipemikiran si
pengarang, sebenernya sih masih banyak cerita yang lain dalam pemikirannya,
tapi baru ini cerita yang dia tulis, ya dari pada disia-siain dan berlalu begitu
saja mendingankan di jadikan suatu karya yang mungkin sedikit bisa menjadi hiburan, didalam cerita ini menceritakan tentang gadis remaja yang meskipun
dia cantik dan anak orang berada tapi dia tetap rendah hati kesemua orang, dan
selalu membela yang lemah, ya meskipun begitu diakan juga tetap manuasia yang
penuh kelemahan, yaa kalau ada yang menyakiti dia atau menyakiti orang
terdekatnya dia gak akan diam karena menurutnya itu gak adil, dan kapan orang
yang menyakitinya itu akan berubah kalau dia tidak dirubah.
Dalam cerita ini memang menceritakan
kehidupan gadis remaja yang cantik, dan sudah pasti ada cerita romance
didalamnya, tapi kalian jangan harap ada banyak scene romancenya ya apa lagi
kalian berpikiran ada K**snya gitu, aduhduh nggak banget deh, ya meskipun ada
sedikit selentingan yang mengarah kesana tapi itu semua hanyalah untuk
panas-panasan saja wkkkkkk biar tambah greget gimanaaa gitu hehehe.
Oh iya cerita ini hanya untuk
menghibur aja ya, bukan dari kisah nyata siapapun, ini terinspirasi dari
beberapa film drama Korea, yang bikin banyak hati baper terutama cewek-cewek
wkwkwk yang sering berandai andai mereka bisa menjdi salah satu pemain idola
mereka didrama tersebut atau mungkin berandai-andai kalo kehidupan mereka bisa
seperti apa yang mereka tonton hehehe.
Tapi kita mesti ingat ya, gak semua
hidup orang itu sama apalagi selalu bahagia dan simple, sebagai makhluk yang
sempurna kita wwajib mensyukuri nikmat yang sudah Allah berikan ke kita, jangan
anggap remeh apa ynag kita punya, tetaplah jadi diri sendiri walau apa yang
terjadi oke !!!!!, penasarankan ceritanya kaya gimana, yaa maklum lah kalau
masih banyak kata-kata atau bahasa yang gak jelas ataupun salah, ini baru
pertama kali saya buat dan ingat ya Cuma buat hiburan... SELAMAT MEMBACA,
KAMSHAMIDHA...
CHAPTER 1
Pagi yang cerah disuatu kota yang begitu indah di
Korea Selatan, udaranya begitu sejuk sehingga membuat setiap orang merasa
nyaman ditempat tidurnya sambil memejamkan matanya yang masih mengantuk. Hal
ini dirasakan pula oleh Yoona yang terbawa oleh rayuan kesejukan dinegara Korea
tersebut. Yoona adalah seorang gadis yang kaya keturunan Indonesia Korea,
ayahnya berkearganegaraan Korea Selatan sedangkan ibunya keturunan Indonesia,
dia bermigrasi ke Korea Selatan karena orang tuanya telah memutuskan untuk
menetap di Korea untuk melanjutkan bisnis besar mereka disana.
Yoona dulu kuliah di salah satu Universitas
ternama di Jakarta, dia terbilang anak yang cerdas karena sering mendapatkan
berbagai macam penghargaan ditempat kuliahnya, namun karena orang tuanya
mengajaknya untuk pindah keKorea, dia tidak punya pilihan lain selain menuruti
kemauan kedua orang tuanya, hal ini membuat Yoona harus kursus bahasa Korea untuk beradaptasi
dinegeri barunya tersebut.
Sudah seminggu Yoona tinggal di perumahan yang
sangat Elit di kota Seol, namun Yoona merasa sangat bosan, karena dia masih
belum mendapatkan teman disana, yang ia temui setiap hari hanyalah para pelayan
yang bertugas dirumahnya, pelayan dirumah Yoona, terbilang cukup banyak, karena
rumah yang dia diami sangatlah besar sehingga membutuhkan pelayan yangsangat
banyak.
Suatu hari Yoona mendapatkan kabar dari salah satu
manager ayahnya, bahwa ia telah diterima disekolah yang sangat Elit dan mewah
di kota Seol tersebut,hal ini membuat Yoona sangat senang, karena akhirnya dia bisa melanjutkan
bersekolah lagi dan bisa menemukan banyak teman. walaupun Yoona anak pengusaha
yang sangat kaya raya, namun dia adalah gadis yang berpenampilan sederhana dan
tidak menyukai kesombongan.
Kring.......kring...........kring..........,suara
alarm Yoona berdering amat keras, dan menandakan Yoona harus segera bangun
untuk berangkat kesekolah barunya, namun mata Yoona merasa sangat amat berat,
karena dia masih merasa mengantuk akibat harus berlatih dengan guru les bahasa
Koreanya untuk memperkenalkan diri dalam bahasa Korea, sampai larut malam
dirumahnya, Yoona memang anak yang cerdas namun dia memang tidak terlalu mahir
dalam berlatih bahasa asing apalagi bahasa Korea yang baru pertama kali
ditemuinya, selain bahasa inggris yang sering diucapkannya, dan hal ini sangat
membuatnya kesulitan.
“Nyonya”
terdengar suara didepan kamar sambil mengetuk
pintu. Itu adalah suara bibi Rose, dia adalah salah satu pelayan setia keluarga
Yoona, dialah yang merawat Yoona dari kecil saat orang tuanya sibuk memikirkan
bisnis mereka. Bibi Rose adalah satu-satunya pelayan dari Indonesia yang diajak
kedua orang tua Yoona karena dia memang sudah cukup lama mengenal keluarga
Yoona, dia hidup sebatang kara karena suami dan anaknya telah meninggal akibat kecelakaan
maut. Pada saat itu dia tidak memiliki apapun, dan kedua orang tua Yoona merasa
kasihan dan memanggilnya untuk menjadi
pelayan dirumahnya untuk mengurus Yoona sampai sekarang, dia sudah dianggap
sebagai ibu kedua bagi Yoona.
“nyonya ayo bangun ini sudah pagi, nona harus
segera berangkat kesekolah” terdengar suara bibi Rose mengajak Yoona untuk
segera bangun.
Mendengar itu Yoona tersentak kaget dan melihat
jam disamping tempat tidurnya. Ternyata sudah jam 07:30 pagi, Yoona pun
langsung mengambil handuk dan bergegas mandi. Mendengar suara air mengalir Bibi
Rose merasa lega karena Yoona sudah bangun, diapun langsung pergi kemeja makan
untuk membantu para pelayan lain mempersiapkan sarapan untuk Yoona.
Selesai mandi dan berpakaian seragam sekolah
barunya, Yoona langsung turun kebawah untuk sarapan. Setelah sampai dimeja
makan dia terlihat sangat kecewa karena orang tuanya sudah tidak ada dimeja
makan, karena sudah lebih pagi barangkat kerja untuk urusan bisnis. Setiap hari
Yoona memang selalu sarapan sendiri ditemani para pelayan yang menjaganya tanpa
kedua orang tuanya yang mendampinginya makan dimeja makan. Yoona tidak pernah
mengharapkan untuk menjadi anak dari pengusaha yang kaya raya, yang setiap
kegiatannya selalu didampingi oleh para Body Guardnya yang berbadan tegap dan
hal ini sangat membuatnya teramat risih dan jarang orang yang ingin berteman
dengannya karena takut dengan para Body Guardnya tersebut.
Sekolah baru Yoona terbilang cukup dekat dari
rumahnnya sehingga Yoona dapat menikmati sarapannya dengan tenang tanpa
khawatir terlambat datang kesekolah. Setelah selesai makan Yoona bangun dari
kursi makannya dan tersenyum pada Bibi Rose yang ada disampingnya
“Terima Kasih Bi masakanmu sangat Lezat, do’akan
aku ya Bi, agar aku bisa menikmati sekolah baruku di Seol ini” Bibi Rose membalas senyum Yoona dengan
perasaan gembira
“ Pasti
Nyonya ! selamat bekerja keras “ sambil mengepalkan tangan keatas menyemangati
Yoona yang berdiri didepannya.
Yoona pun berlalu memasuki mobil mewah yang parkir didepan rumahnya sambik dibukakan
pintu oleh 2 Body Guard baru yang akan mengawal harinya.
Tak lama kemudian mobil Yoona berhenti didepan sekolah yang amat besar
nan mewah, para Body Guardnya membukakan pintu mobil untuk Yoona sambil
memayunginya. Yoona merasa risih dengan hal tersebut, namun Yoona tetap
bersikap biasa pada 2 Body Guard barunya tersebut, yang belum terlalu mengenal
sikap Yoona yang sama sekali tidak ingin terlalu mencolok kekayaannya saat
diluar rumah apalagi disekolah.
Kedua Body
Guard Yoona di Indonesia telah memahami sikap Yoona yang sebenarnya ,sehingga
mereka tidak memayungi atau membukakan pintu mobil maupun memantau Yoona setiap
saat, sehingga Yoona dapat merasa nyaman terhadap hal itu, namun lain hal yang
dialaminya sekarang ini, dia benar-benar diperlakukan sebagai seorang putri
saat itu, dan hal ini menarik perhatian para murid yang sedang berada di luar
teras sekolah yang amat luas itu. Hal ini membuat Yoona tambah risih dan tidak
nyaman.
Yoona
segera membalikan badannya dan berkata “ Kalian jangan pernah memperlakukanku
layaknya seorang putri jika aku berada diluar rumah, Mengerti ! dan sekarang
pergilah, aku ingin menjalani sekolahku tanpa ada yang mengusiknya, dan aku
tidak akan bilang pada ayahku “
“Tapi nanti kalu nyonya...”
“ Tidak apa-apa, aku bisa menjaga diriku sendiri
akukan bisa beladiri jadi kalian tak usah menghaatirkanku sekarang pulanglah “para
Body Guardnya pun mengangguk serempak dan bergegas kembali. Para pelayan
dirumah Yoona sebelumnya memang diharuskan untuk bisa berbahasa Indonesia dan berbahasa inggris, sehingga keluarga Yoona
tidak terlalu sulit untuk berkomunikasi dengan mereka.
Yoonapun memasuki sekolahnya dengan perasaan
gembira tanpa menghiraukan orang-orang yang memperhatikannya tadi.
Ketika memasuki sekolah sambil mencari-cari
kelasnya, tiba-tiba dia terjatuh dan kaget sekali karena tersenggol murid
perempuan yang membawa setumpukan buku cukup banyak yang menghalangi pandangan
murid tersebut, dan sekarang buku –buku tersebut berserakan amat berantakan
dilantai. Melihat hal itu Yoonapun langsung membatu merapihkan buku-buku
tersebut
“Maaf ini
salahku aku terlalu ceroboh tidak memperhatikan jalan” Yoona meminta maaf dalam bahasa Korea.
“Tidak ini bukan salahmu,ini salahku yang sangat
ceroboh membawa buku-buku itu “ sahut gadis itu sambil mengelus kepalanya yang
terbentur lantai tadi.
Gadis yang menabraknya tadi terlihat meraba-raba
lantai kebingungan seperti mencari sesuatu, melihat hal itu Yoona tahu bahwa
matanya seperti memakai kaca mata dan Yoona melihat ada kaca mata didekat
kakinya dan segera mengambilnya.
“Kau mencari ini” menyodorkan kacamata tersebut ke tangan gadis
asing itu. Tangan anak itupun langsung mengambil kacamata ditangan Yoona dan
segera memakainya .
“Thank You” terdengar suara gadis itu sambil
tersenyum. Dan membantu Yoona yang juga terlihat kebingungan merapihkan
buku-buku tersebut.
Tiba-tiba terlihat seorang gadis yang
berpenampilan modis diikuti 2 temannya yang berteriak sangat keras sambil
menatap pada buku-buku yang jatuh tadi.
“ Aahhhhhhh, apa yang kamu lakukan gadis Culun!
apa kau tidak tahu buku-buku ini sangat mahal dan bagus, kenapa kau seenaknya
menjatuhkannya seperti ini hahhh” gadis modis
itupun menarik kerah baju dan rambut
gadis kacamata tadi,dan gadis kaca mata itupun terlihat amat kesakitan dan
memohon meminta maaf padanya.
“ maaf aku
tidak sengaja menjatuhkan buku-bukumu” namun
gadis modis itu tidak mau melepaskan cengkramannya di rambut gadis
kacamata itu dan membuatnya menangis kesakitan. ( Dasar ibu tiri ) Melihat hal
itu Yoona sangat kesal dan langsung bangun
menarik tangan gadis modis yang menarik rambut gadis kacamata itu dengan
keras. ( Abisin aja Yun ampe akar2nye )
“ apa yang
kau lakukan ! kau tidak seharusnya melakukan ini padanya, dia sudah bilang
kalau dia tidak sengaja menjatuhkannya dan meminta maaf, apa itu kurang cukup
hahhhh!!!!” Teriak Yoona didepan gadis
modis itu dan menatap matanya dengan tajam, suara keras Yoona tadi membuat para
siswa semakin banyak mengerumuti mereka, dan Yoona melihat para 12 gerombolan
pria yang baru masuk kesekolah melihat kejadian itu, tapi mereka tidak merespon
apa-apa dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu.
Gadis modis
itu memegangi tangannya dan teriak
kesakitan “Apa yang kau lakukan ! beraninya kau melukai tanganku, apa kau tidak
tahu siapa aku hahhhh !!!!” teriak gadis modis itu pada Yoona.
“Apa kau tidak diajari orang tuamu untuk
memperlakukan orang dengan sopan ? ,dan asal kau tahu, aku tidak peduli siapa kamu“ sahut Yoona
dengan jengkel dan menarik tangan gadis kacamata tadi meninggalkan buku-buku
yang masih berserakan dan sekerumunan orang dihadapannya, gadis modis itupun
teramat kesal mendengar perkataan Yoona.
Yoona dan gadis kaca mata itu duduk dibangku taman
yang sedang sepi. Baju dan rambut gadis kacamata itu terlihat sangat
berantakan, namun gadis kacamata itu tidak menghiraukannya dan dia tetap
menangis.
“Sudahlah kau jangan bersedih lagi, kau kan tidak
sengaja menjatuhkannhya” Yoona menghiburnya.
“ Terimakasih karena kau telah membantuku tadi,
tapi kau tidak seharusnya melakukan itu karena kau bisa terkena masalah
dengannya “ sahut gadis kacamata itu melihat Yoona.
“Masalah ?, orang seperti itu tidak seharusya
ditakuti, justru kalau kita takut padanya dia akan malah akan membuat yang
lebih dari ini ”. Yoona menjawab tegas.
“ Apakau tidak tahu siapa dia sebenarnya ?” gadis
itu menatap Yoona tajam.
“tidak, ini
hari pertamaku masuk disekolah ini, Memang ada apa dengannya ?” sahut Yoona
penasaran.
“Dia adalah Yuri anak pengusaha kaya raya di Korea
dan ayahnya juga memiliki saham yang cukup besar disekolah ini, dan kedua gadis
yang ada dibelakangnya adalah Jessica
dan Tiffany dia juga adalah teman-teman Yuri yang terlahir dari keluarga yang
kaya raya dan memiliki saham besar disekolah ini juga, dan kau harus
berhati-hati dengan mereka.” Gadis kaca mata itu menjelaskan.
Yoona mengangguk, mendengar perkataan gadis itu
Yoona paham bahwa mereka bertiga memang lah gadis yang sangat sombong.
“Ohhhh.....! aku tahu apa maksudmu, tenaglah kau
jangan terlalu khawatir padaku aku bisa menjaga diriku.” Sahut Yoona mantap
“Oh iya, kau bilang kau ini baru disini, aku belum
tahu siapa namamu, nama ku Geum Jandi kau bisa memanggilku Jandi “ gadis itu
tersenyum dan menyodorkan tangannya ke Yoona.
Yoona membalas dengan senyum dan juga menyodorkan
tangannya “ Namaku Yoona”.
Mereka berdua saling berbincang-bincang
menceritakan pengalamannya sambil tertawa-tawa cukup lama.
Kring.............!!!!!!! Suara bel masuk sekolah
berbunyi sangat keras yaang memandakan anak-anak harus segera masuk memulai
pelajaran, sehingga membuat Yoona dan Jandi harus menunda perbincangannya.
“Ayo kita masuk” Jandi menarik tangan Yoona,namun
Yoona belum juga bangun dari tempatnya dan membuat Jandi heran. “ Ada apa
denganmu Yoona ? “ Jandi bertanya heran.
“Hmmmmm.....aku belum tahu dimana kelasku, di
sekolah ini ruangannya terlalu banyak jadi aku sangat sulit mencarinya” sahut
Yoona menggigit bibirnya yang tipis.
“Astaga, aku lupa kalau kau masih baru disini.
Maafkan aku, mungkin aku terlalu lama mengajak mu mengobrol sehingga kau tidak
sempat mencari kelasmu,baiklah memang apa nama kelasmu ?”
“ehmmmmm....business class 1” Yoona menjawab.
“Apaaaaa !!!,kau murid business class 1, itukan
kelas berbintang disekolah ini dan hanya anak-anak kaya raya saja yang bisa
masuk kekelas itu. Memang siapakau ini apa kau juga anak kaya raya Yoona ?”
Tanya jandi penasaran.
“ Ah...Tidak, Jandi kumohon tunjukan dimana
kelasku ya please....!!!!” Yoona memohon.
“ ehmmmmm, baiklah ayo ikut aku” Jandi berjalan
masuk sekolah diikuti Yoona.
Jandi berhenti didepan kelas yang amat besar dan
terlihat mewah.
“Inilah business clas 1, kelas ini memang kelas istimewa
di sekolah ini, Yuri saja yang terbilang anak kaya raya tidak bisa masuk
kekelas ini. Beruntung sekali kalau kau bisa masuk kekelas ini, tapi aku harap
kau berhati-hati, karena kau belum mengenal orang-orang yang ada dikelas ini,
dikelas ini terdapat 12 lelaki tampan yang menjadi bintang disekolah ini mereka
adalah BoyBand yang sangat terkenal sekarang di Korea bahkan sampai mancanegara
nama group mereka adalah EXO, mereka terdiri dari D.O, Luhan, Chaenyol, Sehun,
Kai, Baekhyun, Suho, Lay, Xiumin, Tao, Kris dan Chen dan kau tahu, semua wanita
disekolah ini banyak yang menyukai mereka, dan kau harus tau kalau Chaenyol adalah tipe
idealnya Yuri, jadi kau harus berhati-hati” Jandi menjelaskan sambil berbisik
karena semua siswa sudah pada masuk dan suasana sekolah menjadi hening.
“Baiklah terimakasih nasehatmu, cepatlah kau masuk
kekelasmu jangan sampai terlambat, terima kasih telah mengantraku Jandi.” Yoona
menjawab sambil masuk melambaikan tangannya ke Jandi yang berjalan
meninggalkannya.
Yoona menarik napas pelan sambil berjalan masuk
kekelas yang masih gaduh.
TOK.....TOK....TOK... Yoona mengetuk pintu yang
terbuka dan segera masuk menemui guru yang ingin mengajar. Anak-anak dikelas
yang sedang sibuk berbincang-bincang dengan teman merekapun memperhatikan
Yoona.
“ Maaf pak saya terlambat, saya baru menemukan
kelas ini, karena saya masih baru disini” Yoona meyakinkan guru didepannya.
“Oh iya kau anak pindahan dari Indonesia itukan,
tadi ada salah seorang guru datang kesini dan mananyakan apa kau sudah
menemukan kelas ini, tidak apa-apa aku memaklumimu, sekarang mari kau
perkenalkan diri didepan teman-temanmu “ Perintah guru itu sambil menyuruh
anak-anak dikelas memperhatikan Yoona, Yoona merasa sangat gugup karena semua
mata tertuju padanya namun dia memberanikan diri.
“ Selamat Pagi” sapa Yoona dengan ramah.
“pagi........”seisi kelas menjawab.
“ Perkenalkan nama saya Yoona saya pindahan dari
Indonesia dan sekarang saya menetap diKorea, mohon kerjasamanya, terimakasih”
Yoona merasa lega dihatinya.
“Baiklah sekarang kau boleh duduk dibangku yang
kosong itu” guru itu menunjukan bangku yang akan ditempati Yoona. Yoonapun
bergegas menuju bangku tersebut, dan dia melihat sekelilingnya, ternyata murid
perempuan hanya ada sedikit dibandingkan dengan murid laki-laki, dan Yoona
duduk di kursi yang diapit oleh laki-laki, D.O disebelah kiri dan Luhan di
sebelah kanannya, yang sepertinya melihat dia bertengkar tadi pagi. Pelajaran
pun dimulai.
CHAPTER
2
Hari kedua Yoona bersekolah di MBC of Seoul
University. Dia bangun lebih pagi dari sebelumnya untuk berangkat kesekolah,
karena dia ingin melihat pemandangan yang indah di kota Seol tersebut dan
merasakan kesejukan udara bersih di negeri barunya. Walaupun Yoona harus tidur
larut malam karena harus kursus bahasa Korea dirumahnya, namun itu tidak
menjadi alasan untuk Yoona bermalas-malasan.
Dikoridor sekolah Yoona melihat Jandi yang sedang
duduk sendirian memegang secarik kertas dengan wajah yang terlihat muram. Yoona
yang baru turun dari mobilnya segera menghampiri Jandi.
“Hai Jandi ada apa denganmu ? kenapa kau terlihat
sedih ? dan apa yang kau baca itu ?” Menunjuk kearah kertas yang dipegang
Jandi.
Melihat kedatangan Yoona yang begitu tiba-tiba
didepannya dengan setumpuk pertanyaannya membuat Jandi merasa kaget, dan
langsung melipat kertas yang ia pegang dari tadi.
“Ehhhm Hai Yoona ! Tidak apa-apa, aku hanya sedang
berlatih drama saja” Jawab Jandi agak gugup.
“Benarkah, syukurlah kalau tidak ada apa-apa
denganmu, ayo kita masuk !”
Yoona dan Jandi memasuki sekolah bersama-sama.
Jam istirahat berdering kencang disekolah itu,
murid-muridpun keluar kelas untuk beristirahat setelah belajar cukup lama.
Yoona berjalan menuju kantin untuk makan siang,
perutnya sudah sangat lapar karena tadi pagi dia hanya makan roti tawar dan
susu saja karena ingin berangkat terlalu pagi.
Makanan di Korea sangat berbeda jauh dengan yang
ada di Indonesia, sehingga hal itu membuat lidah Yoona harus beradaptasi dengan
makanan dinegeri barunya tersebut.
Saat makan, Yoona melihat kantin begitu sepi dan
tidak seperti kemarin, dan anak-anakpun berlarian keluar kantin dengan
tergesa-gesa seperti ada sesuatu, namun hal itu tidak membuatnya curiga,”mungkin
mereka memang sedang ada urusan” sahutnya dalam hati sambil meneruskan
makannya.
Tak lama kemudian Handphone Yoona berdering,
diapun segera mengambil Handphonenya di saku, tapi dia heran karena nomor yang
menelponnya tidak ada dikontaknya, tetapi Yoona tetap mengangkatnya karena
takut ada berita penting yang ingin disampaikan.
“Hallo, Selamat Pagi !” Sapa yoona dengan suara
ramah, tapi orang yang menelponnya belum juga menjawab, berkali-kali Yoona
mengulangi perkataannya namun tetap saja tidak ada jawaban. Tapi Yoona
mendengar ada suara sorakan yang begitu ramai ditelponnya dan juga sepertinya
ada suara seorang gadis yang menangis, dan sepertinya suara tangisan itu tidak
asing lagi ditelinga Yoona. hal ini membuat Yoona menjadi panik berat, dan
menghentikan makannya. Tak berapa lama kemudian terdengar suara ditelponnya.
“Hai Yoona, apa kabar ? aku punya berita bagus
untukmu, apa kau mau tahu ?” Suara seorang gadis yang sambil tertawa itu
membuat Yoona semakin panik, dan Yoona tahu siapa orang yang menelponnya dia
adalah Yuri, orang yang pernah mengalami pertengkaran dengan Yoona kemarin.
“Apa yang sedang kau lakukan Yuri ?, apa kau
melakukan sesuatu pada Geum Jandi ? Hahhhh !!!”Yoona mengeraskan suaranya
sehingga membuat orang-orang yang ada dikantin memperhatikannya.
“Oh....aku tidak menyakiti temanmu ini kok, aku
hanya ingin bermain-main sedikit saja
dengannya”Tawa Yuri semakin menjadi-jadi.
“ Kalau kau tidak ingin temanmu ini aku buat
tambah menderita dan malu ,cepatlah kau kehalaman sekolah untuk menolongnya” sahut
Yuri lagi, berkata dengan sinis dan
terdengar suara jeritan kesakitan.
Mendengar hal itu Yoona pun segera berlari menuju
halaman sekolah. Halaman sekolah dari kantin terletak cukup jauh karena sekolah
Yoona itu sangat luas sekali sehingga Yoona harus berari dengan cepat tanpa
menghiraukan orang-orang yang memperhatikannya dengan heran.
Namun Yoona sepertinya tidak bisa menghentikan
larinya saat dia berbelok menuju halaman sekolah dan diapun akhirnya menabrak
seorang laki-laki yang berlawanan arah dengannya yang sedang bertelepon.
Yoonapun akhirnya menabrak dan terjatuh bersama
dengan laki-laki yang ditabraknya itu.
Gubrakkkkk....Kepala Yoona terbentur lantai cukup
keras dan Handphone yang ia pegangpun ikut terjatuh.
“Awwwwwww,Yatuhan ini sakit sekali” keluh Yoona
mengelus kepalanya.
“Oh, maafkan aku, aku tidak sengaja menabrak mu,
sekali lagi aku minta maaf” Yoona membantu membangunkan laki-laki yang ia
tabrak itu dan sepertinya laki-laki itu juga terbentur kepalanya.
“Apa kau tidak bisa hati-hati dalam berjalan,
sehingga kau menabrak orang lewat sesukamu” sahut orang yang ditabraknya dengan
nada agak keras. Sambil mengambil handphonenya yang terlihat agak rusak karena
terbentur lantai cukup keras tadi. Orang yang dia tabrak ternyata adalah Kai
teman sekelas Yoona, dia adalah salah satu personil EXO, namun gayanya lebih
terlihat berbeda dari personil-personil lainnya, gayanya lebih terkesan urakan dan
agak terlihat angkuh.
Mendengar bentakan Kai, Yoona agak sedikit kaget
dan kikuk ( Yaiyalah dibentak ama orang ganteng ).
“Maaf, aku sedang terburu-buru, aku janji akan
mempertanggungjawabkan kesalahanku, sekali lagi aku meyesal!” Yoona menjawab
dan membungkuk sedikit setelah itu mengambil Handphonenya yang jatuh dan
berlari meninggalkan Kai yang terihat
sangat jengkel dan agak marah dengannya, namun Yoona tidak memikirkan hal itu
karena di harus menolong Jandi dari perbuatan Yuri.
Setelah
sampai di halaman sekolah, Yoona tercengang karena melihat keadaan Jandi. Pada
saat itu Jandi sedang duduk dikursi dalam keadaan tangan dan kaki yang terikat
kencang, tanpa mengenakan seragam melainkan hanya kaus dalam putih ( singlet ),
Keadaan rambutnyapun sangat berantakan dan kusut, didadanya tertulis papan nama
yang besar bertuliskan “ ANAK CULUN DAN PAYAH“. ( dalam tulisan hangul ya
pastinya wkwkwk)
Yoona melihat kejadian itu tentunya tidak terima
kalau temannya Jandi diperlakukan seperti itu, diapun berlari kencang
kelapangan menembus kerumunan siswa yang sedang menonton Jandi yang menangis
dipermalukan Yuri.
Yoonapun melepaskan tali yang mengikat tangan dan
kaki Jandi, dan segera melepaskan almamaternya dan memakaikannya keJandi. Yoona
tidak ingin membuat Jandi bertambah malu didepan umum karena harus bertengkar
dengan Yuri, sehingga dia lebih memilih berlalu meninggalkan halaman sekolah yang
ramai.
Didalam gedung sekolah 12 personil EXO yang baru
datang tercengang melihat Yoona dan Jandi yang berjalan dan berpapasan dengan
mereka dalam keadaan seperti itu ( Yoona tampang sewot kalo Jandi tampang
nangis + pakaiannya yang “?” ya pokoknya gitulah ), melihat mereka yang berlalu
seperti itu membuat D.O merasa bingung dan penasaran diapun bertanya pada siswa
lain, dan seprtinya bukan Cuma D.O saja yang penasaran melainkan semua member
EXO. ( hihihhihii ciyeee yang diperhatiin )
Yoona membawa Jandi ketaman belakang sekolah dan
duduk dbangku taman tempat mereka mengobrl kemarin, “ Kenapa mereka bisa
melakukan ini padamu Jandi ” Yoona bertanya sambil mengobati luka ditangan
Jandi karna ikatan tali yang terlalu kencang.
“Mereka
sangat keterlaluan sekali, akulah yang punya masalah dengan mereka tapi mereka
malah membalasmu” Yoona melanjutkan perkataannya dengan nada yang agak ketus.
“ Ini memang salahku Yoona, mereka memang sudah
biasa melakukan hal ini denganku” Jandi menjawab sambil menahan sakit ditangannya.
“Memangnya kenapa, apa kau melakukan sesuatu???”
tanya Yoona penasaran.
“Aku telah menjatuhkan buku-bukunya kemarin” Jawab
Jandi dengan suara pelan dan menunduk karena menahan air mata yang sedari tadi
dia tahan.
“Aku bisa bersekolah disini, karena aku mendpatkan
beasiswa, aku hanyalah gadis biasa yang tidak terlahir dikeluarga kaya seperti
mereka, jadi itulah hal utama yang membuat mereka sering membully diriku, aku
tidak bisa berbuat apa-apa karena orang sepertiku tidak akan berdaya
dihadapannya, Ayahnyalah yang memberikan ku beasiswa disini, karena dulu
sebelum ayahku meninggal dia bekerja pada keluarga Yuri” Jandi melanjutkan
dengan sambil meneteskan air mata
Mendengar perkataan itu Yoona nampak geram tapi
dia menahan hal itu karena dia tidak ingin membuat Jandi seemakin merasa sedih,
bagaimanapun Jandi adalah orang pertama yang dia kenal disekolah barunya dan
dia tidak ingin menambah bebebannya.
“ Maafkan aku Jandi ini semua karena aku, karena
aku kau malah menderita seperti ini sekali lagi maafkan aku, aku janji suatu
hari nanti aku akan buat perhitungan kepada mereka “ Jawab Yoona dengan tegas.
“Tidak Jandi, jangan lakukan itu, aku tidak ingin
kau menjadi incaran selanjutnya” Jandi meyakinkan
Dikejauhan terlihat D.O yang memperhatikan mereka
dan sedikit mendengan pembicaraan mereka berdua.
CHAPTER
3
Sudah seminggu Yoona kuliah di MBC of Seoul
University, tapi Yoona masih belum mendapatkan banyak teman, dia memang tidak
ingin terlalu banyak eksis disekolahnya itu karena dia tahu murid-murid disana
sangat pemilih dalam berteman, tapi hal itu membuat Yoona khawatir karena dia
memiliki teman seperti Jandi yang selalu menemaninya.
Saat pelajaran berlangsung Yoona merasa sangat
ganjil karena 12 orang itu ( ituloh abangabang EXO ) tidak ada dan membuat
kelas terasa sangat hening, karena satu kelas hanya ada sekitar 25 murid karena
hanya anak yang beruang + memiliki kecerdasan diatas rata2 saja yang bisa masuk
kekelas itu ( ah berarti abang2 EXO pinternya diatas rata2 hehehe bagus deh
soalnya jaman sekarng modal tampang doank gak cukup wkwkwkwk )
“ Mereka ini kemana, Yura ?” Tanya Yoona sambil
menunjuk kebangku tanpa tuan pada teman wanita yang ada di belakangnya.
“ Oh... mereka sedang melakukan konser di berbagai
negara seperti biasanya saja “ Jawab temannya sambil menyisir rambutnya yang
sudah rapi itu.
“ Konser ???, apa mereka sangat terkenal ?” tanya
Yoona bingung.
“ Wah.. kau ini kan sudah seminggu disisni tapi
kenapa kau belum mengerti juga, apakau tidak menonton TV, saat ini banyak acara
TV yang mengundangya untuk mengisi acara, dan apakau juga tidak memperhatikan
gaya dan penampilan mereka itu yang sangat menawannn terutama Sehunkuuu “
Jawab temannya itu dengan nada senang ( Aduhh nih
temennya Yoona pake suka ama Sehun segala sih, Sehunkan punya temen gw hehehe
).
“Seperti itukah....” Yoona mengangguk sambil
berpikir bahwa Jandi pernah berkata hal yang sama.
Hari-haripun berlalu seperti biasanya saat bangun
pagi Yoona tanpa ditemani kedua orang tuanya, seakkan akan Yoona merasa tidak
memiliki orang tua saja tiap dia pulang sekolah hanya para pelayan yang
menyambutnya sedangkan orang tuanya hanya sibuk dengan urusannya masing-masing
sampai sekarangpun Yoona belum berkeliling-keliling di kota Seoul karena dia
merasa bahwa orang tuanya akan mengajaknya untuk berkeliling di kota Seoul yang
indah ini karena mereka baru pindah kesini tapi ternyata sama saa mereka tidak
berubah tetap saja seperti yang dulu.
Dilorong sekkolah Yoona tampak berjalan lemas dia
masih saja terus memikirkan kedua orangtuanya itu. Tiba-tiba ada seseorang yang
menepuk pundanya dan dia terbangun dari lamunannya tadi dan lagsung berbalik
kebelakang kearah orang yang menepuk pundaknya, betapa kaget bukan kepalang
ternyata yang menepuk pundaknya adalah teman sekelasnya yang merupakan salah
satu personil dari EXO tapi kali ini bukan yang kemarin dia tabrak saat lari
(wkkwkw makanya kalo lari pake mata juga Yoon ), baru kali ini dia berdiri
sedekat itu dengan lelaki ini tubuhnya tinggi dan tegap sekali Yoona hanyalah
sedagunya saja Yoona memang belum mengenal dengan baik 12 personil itu karena
sejak dua minggu Yona bersekolah disini hanya baru 5 hari mereka masuk ( hehehe
maklum orang sibuk mah gitu )
“A..a...a.ada apa ??” Tanya Yoona heran dan
kebingungan.
“Apakah kau selalu seperti ini ?” Tanya lelaki itu
sedikit tersenyum sengit.
“Mengapa kau tersenyum, Apa maksudmu ?” Tanya
Yoona lagi keheranan.
“Lihatlah sepatumu “ Jawab lelaki itu dengan nada
yang tenang, dan berlalu meninggalkan Yoona kikuk seorang diri karena malu.
“Aduuhhhh bodoh sekali aku ini kkenapa hari ini
aku kacau sekali, bagaimana aku bisa masuk kekelas dengan sendal tidur seperti
ini... bagaimana ini aduhhh” ( Duh malah
sendalnya ada boneka-boneka doraemon gitu lagi wkwkwk )
Yoona kebingungan. Sudah seminggu ini Yoona tidak
diantar menggunakan mobilnya melainkan dia lebih memilih untuk naik bus
kesekolah karena menurutnya dengan naik bus dia akan lebih bisa bersahabat
dengan orangorang ( iya sih Yoon boleh boleh aja tapi mbok ya di ccek dulu
atribut sekolahnya udah bener belom
uuuuh, kalo gitukan udah kaya di Ospek aja )
Bel masuk berdering, seperi biasanya semua murid
masuk kekelas masing-masing tapi hanya Yoona yang masih ada di bangku koridor sekolah
dia masih bingung harus berbuat apa dia tidak mungkin masuk kelas menggunakan
sendal seperti ini tapi disisi lain dia juga tidak mngkin tidak menggunakan
sepatu untuk masuk kekelas karena bagaimanapun semua mrid disekolah itu harus
lengkap dan sesuai atributnya dengan ketentuan sekolah ( Tuh harus lengkap dan
sesuai jangan yang aneh- aneh yakalo pake seragam kesekolah yang sebagaimana
mestinya aja gak usah berlebihan kalo masih dompleng ama orang tua alias nebeng
).
Tapi tiba-tiba ada orang yang menepuk pundaknya
lagi dan itu masih orang yang sama, dia menyodorkan sebuah kotak yang cukup
besar ke arah Yoona, dan Yoona pun mengambilnya.
“Apa ini ?” tanya Yoona tampak bingung
“Itu sepatu, cepatlah kau gunakan dan segera masuk
kekelas, karena pelajaran akan dmulai sebentar lagi” Jawab lelaki tinggi itu
sambil memasukan tangannya ke sakunya.
“Benarkah...” Yoona pun tampak senang melihat
sepatu yang diberikan kepadanya dan langsung mengenakannya, Yoona merasa heran
ternyata orang yang angkuh seperti dia bisa baik juga kepada dirinya.
“Terimakasih Caa Cha eee Cahe ups maksudku
Chaenyol” Jawab Yoona dengan terbata-bata menyebut namanya yang ada dipapan
nama yang laki-laki itu gunakan wajar saja karena namanya menggunakan
Hangul dan Yoona memang masih agak
kesulitan untuk memahaminya( UHHHh ternyata Oppa Chaenyol yang ngasih
baiiiikkkkk bangetsss sih uuu ) Chaenyol pun berjalan masuk kekelas dengan
diikuti Yoona dibelakangnya, murid-murid wanita keheranan melihat mereka datang
bersamaan ( cemburu yaaaa kwkwkw ). Yoona pun mulai duduk dibangkunya dengan
agak gugup karena dari tadi banyak sekali orang yang memperhatikannya.
Dikantin banyak sekali orang-orang yang memesan
makanan, tapi hari ini Yoona tidak terlalu lapar karena tadi pagi dia sudah
sarapan cukup banyak (hehehe sarapan sebelum berangkat ngirit uang jajan) Yoona kekantin untuk mencari Jandi karena
dikelasnya tidak ada.
Terlihat Jandi berada di meja kantin disamping
jendela Yoona pun menghampirinya, dengan sedikit kesulitan karena masih banyak
sekali murid disana, tiba-tiba gubrakkkkkk
Yoona terjatuh dan kepalanya terbentur meja makan,
Yoona sangat kesakitan pada saat itu banyak sekali orang yang melihat kejadian
itu, termasuk member-mebmber EXO.
“UPS....,Sory aku tidak sengaja melakukannya, apa
mau ku bantu bangun ?” Yuri menyodorkan tangannya sambil tertawa sinis
menyodorkan tangannya sedikit.
Melihat banyak orang yang memperhatikannya Yoona
segera bangun tanpa mengendahkan tangan Yuri.
“Apa yang kau lakukan Yuri, kenapa kau
menyelengkat kaki ku aku tahu kau sengaja melakukannya” Jawab Yoona geram.
“Ohhhh, aku memang sengaja melakukannya memang
kenapa ? kau ingin memukulku lagi ? ini cepatlah” Jawab Yuri menyodorkan
wajahnya, melihat Jandi yang mengedipkan matanya ke arah Yoona Yoona tidak jadi
melakukannya dan pergi berlalu meninggalkan Yuri dan teman-temannya yang
tertawa senang. ( Udah Yoon gak usah diladenin tante girang kaya dia ).
“Kau baik-baik saja Yoona ?” Tanya Jandi khawatir
“Ah aku tidak apa-apa Jandi, hanya kepalaku saja
yang sedikit sakit, aku sudah berjanji padamu untuk tidak mencari masalah
dengannya” respon Yoona sambil membersihkan pakaiannya yang agak kotor.
“Maafkan aku...” Jawab Jandi dengan nada menyesal.
“Santai saja Jandi jangan berlebihan aku yang
jatuh kenapa kamu yang terlihat khawatir seperti itu hahahah “
“Aaaaaa..Yoonaaa...” Jawab Jandi sambil menyubit
pinggul Yoona.
CHAPTER
4
Yoona menyandarkan tubuhnya pada kursi belajarnya
dan agak teringat dengan kejadian tadi pagi saat dia kesekolah menggunakan
sendal.
“Huuuufftttt, aku tidak boleh mengulanginya lagi,
ini sangat memalukan,kenapa harus dia yang melihatku seperti itu, aaaaaa kenapa
tidak orang lain saja” Yoona merasa malu pada Chaenyol karena dia tidak seharusnya
melihat hal itu, jujur baru pertama kali ini dia merasa begitu malunya
dihadapan seorang lelaki.
“Besok aku akan mngembalikan sepatu itu kepadanya”
Sambil memandang dan memasukan sepatu itu ke dalam kantong.
Jandi meraih ponselnya di tempat tidur dan mengrim
pesan lewat media sosial ke Jandi, karena besok hari libur dan dia pasti akan
sangat kesepian.
Yoona : “Hi Jandi, kau sedang apa ? apa ku mengganggu
mu ?”
Jandi : “Yoona...., aku sedang membantu ibuku membuat
kimchi”
Yoona : “Benarkah....ah
seru sekali, aku belum pernah makan kimchi disini, seperti apa bentuknya ?
Jandi : “Wkwkwkw, jadi kau belum pernah makan kimchi, ayo kerumahku
sekarang aku akan mengajarkanmu memuatnya, apa kau mau ???”
Yoona : “Wahhhhhh tentu saja aku mau, baiklah aku akan bersiap-siap sekarang
kau kirimkan alamat rumahmu ya aku akan kesana”
Jandi : “ Baik Cepatlah”
Percakapan
mereka selesai, Yoona pun segera bersiap-siap dan segera keluar kamar, ditangga
dia melihat ibu dan diikuti ayahnya dibelakang baru saja masuk kerumah, tapi
kenapa hari ini mereka cepat sekali pulang karena biasanya mereka pulang larut
malam, hal ini membuat Yoona penasaran, tapi orang tua Yoona tidak
menghiraukannya dan langsung masuk kedalam kamar dan menutup pintu dengan
keras, Yoona smpat melihat wajah ibunya menangis, diluar kamar Yoona mendengar
suara pertengkaran kedua orang tuanya, wajah sumeringahnya tadi berubah menjadi
murung dan sedih, melihat kejadian itu bibi Rose menghampiri Yoona dan memeluknya
erat.
“Kenapa
mereka melakukan ini bi, bisakah mereka memperhatikanku sedikit saja,
sebenarnya aku ini siapa bi kenapa mereka selalu mengacuhkanku kenapa mereka
selalu sibuk dengan urusan mereka sendiri” Yoona menangis tersendu-sendu
dipelukakn bibi Rose.
Yoonapun
langsung berlari keluar dia tidak tahan lagi, dengan kedua orang tunya, bibi
Rose berusaha untuk mengejarnya tapi dia tidak bisa menghentikan Yoona yang
sudah terlalu jauh berlari.
Bibi
Rose merasa sangat khawatir dengan keadaan Yoona yang seperti itu sekarang, dia
tidak mungkin pergi sendirian tanpa teman dan kendaraan sedangkan saat itu
menunjukan pukul 08.00 malam.
Dijalan
yang sepi dan dingin Yoona berjalan sendirina sambil menangis, banyak kendaraan
yang berlalu lalang dijalan raya tersebut, Yoona hanya menundukan kepalanya dan
tak tahu harus bagaimana, tadinya dia berniat untuk membuat kimchi di rumah
Jandi tapi dia mengurungkan niatnya karena dia tidak mungkin menampakan wajah
yang sudah bengap karena terlalu banyak menangis dihadapan Jandi, dia tidak
ingin membuat Jandi khawatir, dia pun engirim pesan ke Jandi bahwa hari ini dia
sedang ada urusan mendadak dan tidak bisa datang, untuk menutupi kesedihannya.
Tiba-tiba
Yoona tersadar hari sudah makin larut, jalannanpun sudah semakin sepi hanya
beberapa kendaraan saja yang berlalau-lalang, Yoona melihat jam ditangannya
sudah menunjukan pukul 10.00, Yoona menghentikan langkahnya yang sedari tadi
membawanya entah kemana, Yoona ketakutan karena dia belum pernah kemana-mana
selain kesekolahnya selama di Seoul, Yoona melihat kekanan- kekiri dia merasa
sangat asing dengan tempat ini, dia hanya melihat kedai-kedai dipinggiran jalan
dan danau yang begitu luas, dia pun berjalan kearah kursi dipinggir danau dan
istirahat disana, karena sudah 2 jaman Yoona berjalan tak terarah dengan
perasaan yang tidak karuan, Yoona melihat Handphonenya dan lebih panik lagi
ternyata Handphonenya sudah mati dia baru sadar kalau dia lupa menchargenya
sehabis pulang sekolah.
Hari
semakin larut Yoona tidak dapat berbuat apa-apa, kakinya masih terasa sakit
diapun melepas sepatu highhils, kakinya terlihat merah karena terlalu lama
berjalan, Yoona merasa sangat lapar, karena dari tadi dia belum makan malam,
dan diapun lupa untuk membawa dompet karena terburu-buru pergi melihat kedua
orang tunya bertengkar.
“Apa
yang harus aku lakukan sekarang, aku tidak bisa menghubungi siapapun seekarang
aku juga tidak bawa uang, aduhhhh aku lapar sekali” Sambil memegangi perutnya,
dia hanya menatap kosong kearah danau dengan lampu-lampu pinggir jalan yang
meneranginya.
Yoona
melihat jam ditangannya lagi ternnyata sudah jam 12.00, Yoona sangat panik dan
bingung tidak tahu harus apa, jalanan semakin sepi sekali hampir tidak ada
kendaraan yang berlalu.
Tiba-tiba
terlihat diujung jalan 3 laki-laki mabuk yang menuju kearah Yoona, Yoona panik
ketakutan dan berlari sekuatnya, tapi kakinya masih sangat sakit Yoonapun
terjatuh laki-laki itupun berlari kearah Yoona dan menggodanya, Yoona sempat
melawan dengan melemparkan sepatu hillsnya ke salah satu laki-laki itu tapi
Yoona tidak cukup kuat, diapun berteriak sekuatnya berharap akan ada orang yang
menolongnya.
Saat
laki-laki mabuk itu akan menyentuh wajah Yoona, terdengar suara mobil berhenti
dibelakang 3 laki-laki itu, tapi laki-laki mabuk itu tidak menghiraukan (
namanya juga mabok kelakuannya jadi BEGO kalo ada mobilmah minggir ini malah
majang ditengah jalan ), saat 3 laki-laki itu akan menyentuh Yoona orang-orang
yang ada didalam mobilpun langsung keluar dan menghajar mereka bersama-sama,
akhirnya 3 pemabuk itu pun kabur dengan wajah yang sudah tidak bisa dgambarkan
lagi ( wkwkwk mukanya bonyok ). Yoona sadar ternyata yang menolongnya itu
adalah para personil EXO, dia mencoba untuk berdiri sekuat tenaganya tapi
tiba-tiba dia pingsan tak sadarkan diri karena dehidrasi dan banyak
mengeluarkan tenaga untuk berlari dan teriak ( haduuuhhhh kasian Yoona ).
CHAPTER
5
Dikamar yang cukup luas Yoona terbangun dari
tempat tidur, dan langsung duduk bersandar di tempat tidur.
“Dimana ini, apa aku sudah pulang, tapi....., ini
seperti bukan kamarku”
Yoona masih kebingungan dia belum bisa mengingat
kejadian semalam dengan baik, mata Yoona terbelalak melihat photo yang ada
disamping tempat tidur, ituka photo Chaenyol yang memberian sepatu kepadanya
kemarin, dan diapun langsung beranjank dari tempat tidur, dan dia kaget bukan
kepalang ternyata dia sudah ganti pakaian semalam dia memakai pakaian warna
putih, tapi sekarang kenapa warna hijau, hal ini membuat Yoona teriak
sekencang-kencangnya dan berlari keluar kamar, saat membuka pintu kamar dia
tercengang melihat 12 orang laki-laki yang dia sadar mereka adalah teman
sekelasnya sedang memandangnya heran, tanpa pikir panjang plakkkkkkkkk suara
tamparan Yoona di wajah imut D.O ( aduh D.O ko ditampar sih kaciannnn tau
Yoona) bekas tamparan Yoona terlihat jelas di pipi D.O yang putih dan imut itu,
mata D.O langsung membulat karena kaget dan mengelus pipinya yang sangat sakit
itu, tapi dia tidak mengatakan apapun dan mundur beberapa langkah dari Yoona
takut kalau Yoona kan melakukannya lagi .
“Apa yang kalian lakukan padaku hah, tega sekali
kalian hah...” Yoona marah dan bingung
“Apa maksudmu ? kami hanya...” Sehun mencoba
menjelaskan tapi terpotong oleh Yoona
“Hanya apaaaa..., apakah kalian melakukan....”
Yoona menegaskan dengan memeluk tubuhnya sendiri denagn panik.
“ Dengarlah kami dulu, semalam kami melihatmu akan
disakiti oleh 3 laki-laki yang mabuk dan kami menolong mu “ Baekhyun menegaskan
dengan nada yang cukup keras karena kesal dengan Yoona yang menuduh mereka
tidak-tidak, Suho pun memegang pundak Baekhyun untuk menahannya.
“Semalam kau pingsan, karena kami tidak tahu
dimana tempat tinggalmu jadi kami bawa kau kesini, Handphonemupun mati jadi
kami tidak bisa menghubungi keluargamu “ Xiumin melanjutkan dengan suara tenang
menoba menenangkan keadaan.
“ Benarkah, tapi kenapa dengan pakaianku ini “
Yoona merespon meminta jawaban dengan memegang pakaian yang dikenakannya,
suaranya pun agak sedikit tenang.
“Ohhh itu, baju mu yang semalam kotor karena kau
jatuh dijalan” Tao menegaskan.
“Tapi jangan khawatir, bukan kami yang
menggantikan pakaianmu” Sedikit tertawa
“Pelayan wanita kamilah yang melakukannya, tenang
saja kau masih bersih ko” Khris melanjutkan denagn wajah memerah.
“Benarkah...oohhh maafkan aku” Yoona menggaruk
kepalanya dan menghampiri D.O yang masih memegangi pipinya itu dengan wajah
menyesal tapi D.O memahaminya dan memaafkannya.
“Lainkali kalau kau mau menampar seseorang lebih
baik kau pikirkan dulu, karena tamparanmu ini sakit sekali uhhh” D.O Meringik
keskitan.
Keadaan pun mulai membaik mereka sekarang
berbincang-bincang diruang TV, Yoona sangat senang ternyata tidak terjadi
sesuatu hal yang buruk padanya. Yoona mencoba untuk membuatkan sesuatu untuk
mereka pagi ini, dan bertanya pada D.O diamana letak dapurnya D.O pun
memberitahunya.
“Kau mau apa ?” Tanya D.O heran dan menampakan
mata bulatnya yang imut.
“Aku mau buat sarapan, kalian pasti belum sarapan
karena ulah ku tadi.” Yoona menyesal
“Baiklah ayo aku antar” D.O mengantarkan Yoon
akedapur, ternyata didapur ada Kai yang sedang memotong sayuran.
“Kai, dia ingin membuatkan sarapan untuk kita” D.O
berkata pada Kai yang sedang sibuk memasak.
“Tidak perlu, aku bisa melakukannya, biarkan saja
dia istirahat” Jawab Kai sambil melanjutkan masaknya. ( Ciaa Kai masak )
Mendengar itu Yoona semakin tidak enak bagaimana
mungkin dia sudah ditolong oleh mereka tapi tidak bisa elakukan apapun untuk
mereka, Yoona pun langsung mengamibil pisau yang ada ditangan Kai dan
menggantikannya mengiris bawang, Kai pun kebingungan melihat tingkahnya, D.O
pun tertawa melihat temannya yang biasanya terlihat garang itu tiba-tiba
menjadi aneh seperti itu.
“Apa yang kau lakukan ?” Tanya Kai agak kesal pada
Yoona.
“Akukan sudah bilang mau membantu kenapa kau
melarangku” meneruskan pekerjaannya.
“Biarkan saja dia melakukannya Kai kau ini,
biasanya selalu ingin dibantu dan tidak suka terlalu lama kalau memasak kenapa
sekarang berubah” D.O melanjutkan prkataan Yoona sambil duduk dikursi makan.
Mendengar itu Yoona tidak bisa menahan tawanya,
melihat Yoona tertawwa Kai menatap garang padanya dan Yoona pun menghentikan
tawanya itu dan melanjutkan masak.
“Oh iya semalam kakimu terluka, apa masih sakit ?”
D.O bertanya sambil mengambil air untuk minum karena haus dari tadi berselisih
dengan Yoona dan Kai yang cukup keras kepala.
“Ah, benar... semalam kakiku memang agak lecet dan
memerah, tapi sekarang sudah tidak sakit lagi” Jawab Yoona sambil memandang
kakinya heran.
“Semalam, Chaenyol yang membawamu kekamarnya dan
mengobati lukamu.” D.O menjawab
“Benarkah.....” Yoona mereesponnya kaget, dia
tidak percaya kalau Chaenyol lai yang menolongnya saat kesulitan huhhhh
benar-benar laki-laki sejati.
“Tentu saja, dia memang terlihat angkuh di sekolah
tapi sebenarnya dia punya hati yang lembut terutama dengan wanta yang lemah”
Lanjut D.O menggoda Yoona.
Melihat Yoona yang pelan sekali memotong
bawangnya, karena mengobrol dengan D.O Kai sangat jengkel.
“ Hei kau ini niat membantu ku atau tidak” Kai
berkata dengan wajah kesal, membangunkan Yoona dari lamunannya.
“Oh iya, maafakan aku”
“Cepatlah” Kai melanjutkan pekerjaannya, hari ini
memang sedang giliran dia dan Chaenyol untuk membuat sarapan.
Tiba-tiba Chaenyol datang dengan membawa banyak
sekali belanjaan ( Elah dah kaya ema-ema aje bang belanjanye banyak wkwkwk )
Chaenyol meletakan semua belanjaan itu diatas meja makan dan memasukannya
kekulkas, dengan dibantu D.O, D.O itu memang member EXO yang sangat pengertian
dengan member lain maupun dengan orang lain sepertinya hal ini membuat Yoona
semakin bersahabat dengan D.O, setiap kali melihat D.O tersenyum membuat Yoona
ingin selalu tersenyum karena tiap kali tersenyum bibirnya D.O memperlihatkan
gambar LOVE wkwwkkwkw, (tapi bukan berarti kalo Yoona cinlok ama D.O ya)
“Terima kasih karena kau telah menolongku semalam”
Yoona menguapkan terimakasihnya pada Chaenyol yang masih sibuk dengan
pekerjaannya
“Hmhmhmhm” Chanyol merespon dengan mengerutkan
dagunya dan memperlihatkan lesung pipit di pipinya itu dia tetap melanjtkan
pekerjaannya ( ihhh oppa ko responnya gitu doang basa basi apa kek gitu biar
seneng ), tapi Yoona tetap merasa tidak enak karena telah menuduh mereka yang
bukan-bukan.
Selesai mereka makan Chaenyol memberikan Handphone
dan sepatu hills dan baju Yoona yang sudah selesai di laundrey Yoona kembali karena hari sudah agak siang,,
waktunya Yoona untuk pulang karena mungkin
orang tunya khawatir dirumah.
“Ambil ini dan cepat ganti pakaianmu kau harus
cepat pulang ayah ibu mu pasti menunggu dirumah” Chaenyol menyodorkannya
dihadapan Yoona. Mendengar perkataan itu Yoona merasa agak sedih mana mungkin
orang tunya khawatir padanya sedangkan mereka selalu sibuk dengan urusan mereka
sendiri dan pulang cepat hanya untuk bertengkar seperti tadi malam hufffttt,
wajah Yoona agak mmerah.
“Kenapa kau sakit ?? Ambillah. Oh iya baju yang
kau pakai itu adalah baju kesukaannya Baekhyun jadi kau harus mencucinya dulu”
Chaenyol menegaskan
“Ah baiklah terimakasih” Yoona mengambil bajunya
kembali dan segera ke toilet untuk mengganti pakaian, tapi dia tidak ingin
menghubungi siapapun sekarang, jadi dia tidak menghidupkan handphonenya walau
dia tahu kalau Hanphonenya sudah dicharge penuh oleh Chaenyol dikamarnya karena
Yoona melihat Hpnya disamping tempat tidur sedang di charger.
“Aku sudah memanggilakn TAXI untuk mu sekarang
pualnglah” Chanyol mengantar Yoona keluar rumah diikuti member lain.
“ Terimakasih semuanya, maaf aku sudah banyak
merepotkan kalian sekali lagi aku minta maaf “ Yoona membungkukan badannya.
“ Tidak apa-apa kami memaafkanmu, kami tahu ini
akan terjadi, jika aku sepertimu aku pasti akan melakukan hal yang sama” Lanjut
Baekhyun
“Lagipula sedang apa kau larut malam ada dijalan
seorang diri saja “ Tanya Lay penasaran.
“Oh itu, hmhm aku ingin jalan-jalan mencari udara
segar sebentar tapi, tiba-tiba aku tersesat HP ku mati dan aku juga lupa membaa
dompetku hihi” Tersenyum Yoona, dia sengaja berbohong untuk menutupi keadaannya
semalam hufttt sangat melelahkan buatnya.
“Oh seperti itukah, lainkali kau harus hati-hati
jangan sampai terulang lagi, tidak baik gadis sepertimu diluar rumah sendirian
sampai larut malam” Lay menasehati dengan gayanya yangsok imut, membuat semua
member tertawa dan agak jijik termasuk Yoona sendiri (wkwkwkw).